Ribuan pemuda yang tergabung dalam Pelayanan Kategorial (Pelka) Pemuda Sinode GMIST memadati Lapangan Gesit, Tahuna, Minggu (12/4/2026), dalam selebrasi Paskah yang berlangsung meriah dan penuh makna.
Perayaan diawali dengan pawai Paskah yang mengambil titik start di kawasan Boulevard Tahuna. Arak-arakan panjang itu bergerak menuju lokasi acara puncak di Lapangan Gesit, diiringi nyanyian pujian dan simbol-simbol kebangkitan yang dibawa para peserta.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, yang hadir bersama Ketua TP PKK Cherry Thungari Soeyoenus, menekankan pentingnya menjaga semangat kepemudaan sebagai warisan generasi terdahulu.
“Kalau pemuda sudah tidak punya semangat, tidak punya energi, maka generasi berikutnya akan sangat bergantung pada kita semua,” ujar Michael dalam sambutannya.
Ia menggarisbawahi bahwa Paskah bukan sekadar seremoni tahunan. Menurut dia, terdapat dua makna utama dalam perayaan ini: selebrasi sebagai wujud sukacita bersama, serta Paskah sebagai pengingat akan kebangkitan Yesus Kristus yang melambangkan kemenangan atas dosa dan lahirnya kehidupan baru.
“Selebrasi Paskah adalah ekspresi iman yang hidup. Kita adalah umat yang bangkit bersama Kristus dan dipanggil menghadirkan terang di dunia,” katanya.
Selain pesan spiritual, Michael juga menyinggung potensi daerah Kepulauan Sangihe yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya lokal. Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan daerah.
Menurut dia, konten kreatif yang dihasilkan pemuda tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan yang dapat mendukung kehidupan pribadi maupun pelayanan gereja.
Perayaan Paskah Pemuda GMIST 2026 ini menjadi ruang perjumpaan antara iman dan kreativitas generasi muda. Di tengah arus digitalisasi, semangat kebangkitan yang diusung dalam Paskah menemukan relevansinya: menghadirkan terang, tidak hanya dalam kehidupan rohani, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah
(Ryansengala)







Tidak ada Respon