Gedor Kemenkes RI, Pemkab Sitaro Perjuangkan Pemerataan Fasilitas Kesehatan Wilayah Kepulauan

Redaksi
Plt Bupati Heronimus Makainas bersama tim dari Pemkab Kepulauan Sitaro saat audiensi dengan Kementerian Kesehatan. (foto: Kominfo Sitaro)
Plt Bupati Heronimus Makainas bersama tim dari Pemkab Kepulauan Sitaro saat audiensi dengan Kementerian Kesehatan. (foto: Kominfo Sitaro)
A-AA+A++

Jakarta — Plt Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas SE MM, melaksanakan audiensi strategis bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Langkah diplomasi diambil guna mempercepat penguatan dan pemerataan sektor kesehatan di wilayah perbatasan laut tersebut. Pertemuan tingkat tinggi itu secara khusus membahas berbagai upaya penguatan sektor kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Poin-poin krusial yang diangkat meliputi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, pengembangan fasilitas fisik kesehatan, serta permohonan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap optimalisasi operasional rumah sakit di daerah kepulauan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sitaro memaparkan sejumlah kebutuhan strategis daerah, khususnya dalam mendukung peningkatan akses dan mutu pelayanan medis bagi masyarakat. Sitaro dinilai membutuhkan afirmasi kebijakan mengingat wilayah ini memiliki tantangan geografis tersendiri yang didominasi oleh pulau-pulau kecil terluar.

Heronimus Makainas menjelaskan, keterisolasian wilayah pesisir membuat mobilitas pasien sangat bergantung pada kondisi cuaca perairan. Sebab itu, penguatan kapasitas rumah sakit daerah dan ketersediaan armada ambulans laut atau sea ambulance menjadi kebutuhan mendesak yang membutuhkan intervensi anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan.

Merespons pemaparan, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyambut baik komitmen Pemkab Sitaro. Kemenkes menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan mengawal usulan daerah demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, merata, dan berkualitas bagi masyarakat di beranda depan NKRI.

Langkah progresif jajaran pemerintah daerah ini mendapat apresiasi positif dari elemen masyarakat di daerah. Tokoh Pemuda Sitaro, Centurio Tahulending Padoma, menilai aksi jemput bola yang dilakukan oleh Plt Bupati ke tingkat kementerian merupakan keputusan yang sangat tepat dan dinantikan sejak lama.

“Langkah Plt Bupati melakukan jemput bola ke Kemenkes adalah angin segar bagi kami masyarakat kepulauan, karena selama ini kendala fasilitas dan pemenuhan dokter spesialis dasar masih menjadi persoalan klasik yang mengancam keselamatan pasien darurat,” ujar Centurio saat dimintai tanggapan, Kamis (4/6/2026).

Menurut Bendahara GMIST Resort Siau Timur ini, tantangan terbesar warga di pulau-pulau satelit Sitaro adalah risiko keterlambatan penanganan medis saat cuaca buruk melanda interkoneksi laut. Ia berharap komitmen yang dibawa dari Jakarta bisa segera diwujudkan dalam bentuk penambahan alat kesehatan mutakhir, jaminan logistik evakuasi bahkan peningkatan infrastruktur rumah sakit dan Puskesmas.

“Upaya Pemkab Sitaro dalam memperkuat sektor kesehatan ini memang terbilang krusial mengingat beban epidemiologi daerah yang cukup kompleks. Sebagai wilayah kepulauan vulkanik aktif yang menaungi Gunung Karangetang di Siau dan Gunung Ruang di Tagulandang, faskes di Sitaro dituntut selalu siaga menghadapi ancaman kesehatan musiman,” ulas Rio, sapaan akrabnya, yang juga Sekretaris Jemaat GMIST Tualage Ruata Basaha.

Ancaman Vulkanik dan Mitigasi

Aktivitas vulkanik berkala dari kedua gunung tersebut kerap memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu. Kesiapan logistik medis seperti tabung oksigen, masker pelindung spesifik, dan obat-obatan pernapasan di setiap Puskesmas menjadi hal mendasar yang terus diupayakan pemerintah daerah.

Di samping mitigasi dampak bencana alam, Pemkab Sitaro juga sedang berfokus menekan angka prevalensi stunting (tengkes) pada balita. Langkah intervensi di lapangan dipertajam melalui program pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal serta edukasi gizi intensif kepada ibu hamil dan menyusui.

Persoalan kesehatan di Sitaro juga berkelindan erat dengan faktor determinan lingkungan. Karakteristik topografi di Pulau Siau yang cenderung tinggi dan berbatu memicu krisis akses air bersih di beberapa klaster permukiman saat musim kemarau, berujung fluktuasi kasus penyakit pencernaan seperti diare serta penyakit berbasis lingkungan seperti DBD.

Melalui komitmen penguatan layanan dari Kemenkes, Pemkab Sitaro berkomitmen mengintegrasikan perencanaan tata ruang wilayah (RTRW) pesisir dengan aspek kesehatan masyarakat. Hal ini mencakup pembangunan dermaga medis darurat hingga pengawasan ekologis terhadap kualitas perairan yang menjadi sumber protein utama warga.

Dalam kunjungan kerja ke Jakarta tersebut, Plt Bupati Heronimus Makainas membawa serta jajaran pejabat teknis terbaiknya guna memastikan data kebutuhan riil di lapangan tersampaikan secara akurat dan komprehensif kepada jajaran Kemenkes RI.

“Melalui sinergi solid yang terbangun dari hasil audiensi ini, layanan rujukan utama di RSUD Lapangan Sawang dan RSUD Tagulandang diharapkan mampu memangkas angka rujukan laut ke Kota Manado, sekaligus menegakkan hak dasar warga kepulauan untuk mendapatkan pelayanan medis yang setara,” tambah Centurio

Tampak hadir mendampingi Plt Bupati, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sitaro dr. Semuel E Raule MKes, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ronald Pakasi SE MSi serta Direktur RSUD Lapangan Sawang, Agtneity Taksowa SKM MARS. (**)

Editor: Ady Putong