Sangihe– Puma FC menunjukkan mental baja dalam laga kedua Grup B Liga 4 dengan membungkam Sulut FC 6-3 di Lapangan Kodareal VIII Kairagi, Senin, 30 Maret 2026. Sempat tertinggal 1-2 di babak pertama, tim asal Nusa Utara itu bangkit dan tampil dominan usai jeda.
Permainan Puma FC berubah drastis di paruh kedua. Intensitas serangan meningkat, koordinasi antarlini lebih rapi, dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda. Enam gol berhasil disarangkan, membalikkan keadaan sekaligus memastikan langkah mereka ke babak enam besar.
Manajer Puma FC, Stanly Mokodompis, menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari kerja keras kolektif tim yang tak menyerah meski tertinggal lebih dulu. “Anak-anak menunjukkan karakter. Mereka tidak panik dan tetap percaya pada proses,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemenangan tersebut dipersembahkan kepada Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, serta masyarakat Nusa Utara yang terus memberi dukungan. “Kami hadir membawa nama daerah, dan ini bentuk komitmen kami,” kata Mokodompis.
Pelatih Puma FC, Rudi Manumpil, menilai kebangkitan timnya menjadi bukti kekompakan dan semangat juang pemain. Menurut dia, perubahan strategi di babak kedua berjalan efektif, terutama dalam memanfaatkan ruang dan menjaga tempo permainan. “Kami bermain dengan dedikasi tinggi. Hasil ini pantas disyukuri,” ucapnya.
Laga berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal. Sulut FC sempat memimpin lebih dulu dan memberi tekanan di babak pertama. Namun, Puma FC mampu merespons dengan permainan agresif dan disiplin setelah turun minum.
Kemenangan ini bukan hanya memastikan tiket ke fase berikutnya, tetapi juga menjadi sinyal kekuatan Puma FC sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Liga 4. Dukungan publik Nusa Utara disebut menjadi energi tambahan dalam setiap pertandingan.
Di media sosial resmi klub, Puma FC menyebut kemenangan tersebut sebagai “comeback luar biasa” dan menegaskan bahwa doa serta semangat masyarakat menjadi kekuatan utama tim di lapangan. “Somahe Kai Kehage,” tulis mereka, menutup pernyataan dengan semangat khas tanah Tampungang Lawo
Dengan performa seperti ini, Puma FC membuka peluang untuk melangkah lebih jauh sekaligus mengangkat nama Kepulauan Sangihe di kancah sepak bola Sulawesi Utara.
(Ryansengala)







Tidak ada Respon