Dari Semarang ke Tampungang Lawo, Profil Maria Wulandari dan Pengabdian untuk Sangihe

Ryan Sengala
Maria Wulandari (Foto.ist)
Maria Wulandari (Foto.ist)
A-AA+A++

Sangihe –Jauh dari kampung halaman tak menyurutkan langkah Maria Wulandari Febriana (23) untuk mengabdi. Perempuan asal Semarang, Jawa Tengah itu kini menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan melalui program Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan di Puskesmas Manalu, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Anak muda Inspiratif yang akrab disapa Maria ini, merupakan tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medis atau analis kesehatan. Ia tiba di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina tersebut pada Agustus 2025 dan dijadwalkan menyelesaikan masa pengabdiannya hingga Juli 2027.

“Sejak kuliah, saya sudah punya impian untuk ikut program Nusantara Sehat. Ini kesempatan untuk benar-benar terjun langsung melayani masyarakat, terutama di daerah terpencil,” ujar Maria.

Perjalanan Maria tidak instan. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos dalam program penugasan khusus Kementerian Kesehatan. Lulusan Diploma III Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang (2021–2024) itu kemudian melanjutkan pendidikan Diploma IV Teknologi Laboratorium Medis di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sejak 2024.

Keputusan merantau ke Tanah Tampungang Lawo (Sangihe) bukan tanpa tantangan. Ia mengaku sempat dihadapkan pada perbedaan budaya, bahasa, hingga makanan yang cukup kontras dibandingkan dengan daerah asalnya.

“Awalnya tidak pernah terbayangkan bisa berada sejauh ini dari rumah. Banyak hal yang berbeda, tapi justru dari situ saya belajar banyak,” katanya.

Namun, di balik tantangan tersebut, Maria menemukan makna baru dalam pengabdian. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun relasi, hingga menemukan keluarga baru di tanah rantau.

Bagi Maria, pengalaman di Sangihe menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Ia merasa keluar dari zona nyaman justru membuka banyak peluang untuk berkembang, baik secara profesional maupun pribadi.

“Saya bersyukur bisa diberi kesempatan ini. Sangihe bukan lagi sekadar tempat penugasan, tapi sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya,” tuturnya.

Dengan semangat pengabdian, Maria berharap kehadirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengambil peran di daerah terpencil.

(Ryansengala)