Ada Apa di Balik Kunjungan Pejabat Amerika ke Sangihe? Michael Thungari Ungkap Peluang Kerja Sama

Redaksi
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, bersama Cesar Garcia, City Manager Kemah, Texas, Amerika Serikat ikut dalam aksi bersih-bersih lingkungan di Tahuna. (Foto: Ist)
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, bersama Cesar Garcia, City Manager Kemah, Texas, Amerika Serikat ikut dalam aksi bersih-bersih lingkungan di Tahuna. (Foto: Ist)
A-AA+A++

Sangihe — Ada apa di balik kunjungan pejabat Amerika Serikat ke Kabupaten Kepulauan Sangihe? Pertanyaan itu akhirnya dijawab langsung oleh Michael Thungari.

Bupati Sangihe tersebut mengungkapkan bahwa kehadiran Cesar Garcia selama enam hari di Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari transfer pengetahuan mengenai tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan generasi muda.

Menurut Michael Thungari, kunjungan Cesar Garcia menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam memperluas wawasan pengelolaan daerah yang efektif, membangun hubungan kemitraan internasional, serta membuka peluang kerja sama pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam wawancara bersama awak media, Sabtu (30/5/2026), Michael Thungari menjelaskan bahwa kehadiran City Manager dari Kemah, Texas, itu mendapat dukungan resmi dari pihak Amerika Serikat untuk melakukan program transfer pengetahuan.

“Mr. Cesar Garcia merupakan City Manager Kemah, Texas, Amerika Serikat. Beliau datang dengan izin resmi untuk melakukan transfer pengetahuan. Selama berada di Sangihe, beliau banyak berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan para kepala dinas mengenai berbagai hal, termasuk pembangunan daerah, hubungan kemitraan, serta pemberdayaan generasi muda,” ujar Thungari.

Sebagai daerah kepulauan di wilayah perbatasan, Kabupaten Kepulauan Sangihe dinilai perlu memperluas jejaring dan pembelajaran internasional guna memperkuat pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, pengalaman yang dibagikan Cesar Garcia dianggap memberi perspektif baru dalam pengelolaan daerah berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.

Selain membahas pemerintahan dan pembangunan daerah, kunjungan pejabat Amerika Serikat ke Sangihe itu juga diisi dengan aksi sosial dan kepedulian lingkungan melalui gerakan massal membersihkan sampah di kawasan Pelabuhan Tua Tahuna.

Gerakan bersih lingkungan tersebut melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan kawasan publik yang menjadi pusat aktivitas warga.

“Hari ini kita melaksanakan gerakan massal membersihkan sampah di kawasan Pelabuhan Tua Tahuna. Hasilnya dapat kita lihat bersama, sepanjang jalan menjadi lebih bersih. Terima kasih kepada Mr. Cesar atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan dukungannya terhadap gerakan ini,” kata Michael Thungari.

Bupati menegaskan bahwa persoalan kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengingat karakter wilayah kepulauan sangat rentan terhadap dampak pencemaran dan penumpukan sampah.

Di sisi lain, Michael Thungari mengungkapkan bahwa kunjungan Cesar Garcia juga membuka komunikasi lebih luas terkait peluang kerja sama antara Kabupaten Kepulauan Sangihe dan mitra dari Amerika Serikat, baik di bidang pembangunan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun kemungkinan dukungan program sosial.

“Kami berharap hubungan baik ini terus berlanjut. Sudah ada berbagai pembicaraan dan negosiasi mengenai kemungkinan kerja sama maupun bantuan yang dapat mendukung pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.

Michael Thungari berharap hubungan antara Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan mitra internasional dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Di akhir keterangannya, ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui langkah sederhana yang dimulai dari rumah tangga.

“Pulau ini kecil, mari kita jaga bersama-sama. Kita bisa memulainya melalui langkah-langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi produksi sampah rumah tangga. Jika dilakukan bersama, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan Sangihe,” pungkasnya.

(Rensa)