Politeknik Negeri Nusa Utara Hadirkan Starlink untuk Atasi Blank Spot di Kampung Hiung

Redaksi
Dosen Politeknik Negeri Nusa Utara Memaparkan Materi dalam Pelatihan literasi digital bagi warga GMIST Jemaat Kanaan Mala, Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Ist)
Dosen Politeknik Negeri Nusa Utara Memaparkan Materi dalam Pelatihan literasi digital bagi warga GMIST Jemaat Kanaan Mala, Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Ist)

Selusurnews.com – Politeknik Negeri Nusa Utara menghadirkan akses internet satelit Starlink di GMIST Jemaat Kanaan Mala, Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Program pengabdian kepada masyarakat ini juga disertai pelatihan literasi digital bagi 30 warga jemaat untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi.

Pemasangan Starlink dilakukan tim dosen Jurusan Teknologi Informatika Politeknik Negeri Nusa Utara pada 22 Oktober 2026. Berdasarkan hasil pengujian saat instalasi, koneksi internet tersebut mencatat kecepatan unduh 271 Mbps, kecepatan unggah 20 Mbps, dan latensi 45 milidetik.

Tim pengabdian terdiri atas Oktavianus Lumasuge, M.Kom., dan Noldy Sinsu, S.Pd., M.Kom., dengan melibatkan empat mahasiswa dari Jurusan Teknologi Informatika.

Dosen Politeknik Negeri Nusa Utara Memaparkan Materi dalam Pelatihan literasi digital bagi warga GMIST Jemaat Kanaan Mala, Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Ist)

Program tersebut mengusung tema “Implementasi Starlink Mengatasi Keterbatasan Internet di Daerah Blankspot melalui Pemberdayaan Pemuda untuk Transformasi Digital dan Kemandirian Ekonomi Kepulauan Sangihe”.

Starlink Diharapkan Memperluas Akses Informasi

Keterbatasan akses internet menjadi salah satu tantangan masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk dalam memperoleh informasi, mengakses sumber pembelajaran daring, dan mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis digital.

Melalui pemasangan internet satelit, tim pengabdian berupaya menyediakan alternatif konektivitas bagi warga GMIST Jemaat Kanaan Mala. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung komunikasi, publikasi kegiatan gereja, serta pemanfaatan sumber belajar digital.

Setelah instalasi dan pengujian perangkat, tim melaksanakan serah terima Starlink kepada perwakilan jemaat pada 24 Oktober 2026, setelah ibadah Minggu pagi. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pemanfaatan internet secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

Serah terima perangkat Starlink kepada perwakilan GMIST Jemaat Kanaan Mala, Kampung Hiung, pada 24 Oktober 2026. (Foto: Ist)

30 Warga Ikuti Pelatihan Literasi Digital

Selain menyediakan infrastruktur internet, tim dosen memberikan pelatihan literasi digital di aula gedung gereja GMIST Jemaat Kanaan Mala.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 15 pemuda dan remaja, lima perwakilan Pelka Bapak, lima perwakilan Pelka Ibu, serta lima peserta lainnya dari unsur warga jemaat.

Materi pelatihan mencakup pengenalan teknologi Starlink, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan konten digital, serta penggunaan media sosial seperti Facebook, WhatsApp Group, dan YouTube.

Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan AI untuk membantu menyusun materi informasi dan mengembangkan konten kreatif. Sementara itu, penggunaan media sosial diarahkan untuk memperkuat komunikasi komunitas, menyebarluaskan informasi kegiatan, serta mendokumentasikan aktivitas pelayanan gereja.

Peserta Pelatihan literasi digital bagi warga GMIST Jemaat Kanaan Mala, Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: Ist)

Melalui pelatihan tersebut, warga diharapkan memiliki keterampilan dasar untuk memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk kegiatan pendidikan dan pengembangan potensi lokal.

Dorong Pemanfaatan Teknologi bagi Ekonomi Masyarakat

Program ini juga menempatkan pemuda dan remaja sebagai kelompok strategis dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital di wilayah kepulauan.

Keterampilan membuat konten dan menggunakan platform digital berpotensi membantu masyarakat memperkenalkan produk usaha lokal, potensi pariwisata, serta kegiatan ekonomi kepada khalayak yang lebih luas.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai etika digital, keamanan akun, perlindungan data pribadi, dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

Keterlibatan pemuda, remaja, serta perwakilan Pelka Bapak dan Pelka Ibu dalam pelatihan juga membuka kesempatan bagi warga dari berbagai kelompok usia untuk saling belajar mengenai penggunaan teknologi.

Pengabdian Perguruan Tinggi bagi Masyarakat Kepulauan

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Politeknik Negeri Nusa Utara menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi dengan GMIST Jemaat Kanaan Mala menggabungkan penyediaan akses internet dengan peningkatan keterampilan digital warga. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan konektivitas yang tersedia secara lebih produktif.

Keberlanjutan program selanjutnya bergantung pada pemanfaatan dan pemeliharaan perangkat, pengelolaan akses internet, serta penerapan keterampilan yang diperoleh peserta dalam kegiatan sehari-hari.

Melalui program ini, perguruan tinggi berupaya mengambil peran dalam mendorong pemerataan akses digital dan memperluas kesempatan masyarakat kepulauan untuk memanfaatkan teknologi informasi.

(Editor: Rendy)