Selusurnews.com — Enam remaja asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, akan membawa kemampuan mereka di bidang bahasa Inggris ke panggung internasional di Singapura. Mereka berhasil melewati tahap Singapore International Preliminary Competition 2026 dalam ajang Asia Pacific International Arts Festival dan mendapat kesempatan melanjutkan ke Grand Final pada November mendatang.
Keenam remaja tersebut merupakan siswa Excellcy English School by Sangihe Learning Center. Mereka berkompetisi dalam kategori Speech dan Storytelling dengan peserta dari berbagai negara.
Enam siswa itu adalah Gabriella Abigael Suoth yang meraih Gold, 3rd Prize, Cheyra Letungngamu, Cataleya Gisella Princess Malohing, Andrew Megio Emmanuel Areba, dan Madeline Erica Puan Mandiri yang masing-masing memperoleh Silver Award. Sementara Shanessa Nasya Avichayil Djarang meraih Bronze Award.
Setelah melewati babak pendahuluan, keenam siswa tersebut dijadwalkan tampil pada Grand Final Asia Pacific International Arts Festival 2026 yang berlangsung pada 16–17 November 2026 di Ho Bee Auditorium, National University of Singapore (NUS), Singapura.
Bagi para siswa, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan mengikuti perlombaan ke luar negeri. Mereka akan berhadapan dengan peserta dari latar belakang dan negara yang berbeda serta dituntut menyampaikan gagasan dan cerita dalam bahasa Inggris di hadapan audiens internasional.
Founder Excellcy English School, Celline Army Sandil, mengatakan kami berupaya memberikan pengalaman kepada siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar bahasa Inggris sebagai sebuah mata pelajaran, tetapi menggunakannya sebagai alat untuk menyampaikan ide, membangun keberanian, menginspirasi orang lain, dan memimpin,” kata Celline, Rabu (16/9/2026).
Menurut Celline, pengalaman berkompetisi di tingkat internasional dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan public speaking, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif.
Keenam siswa tersebut berasal dari daerah kepulauan yang berada di bagian utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan wilayah Filipina. Sangihe selama ini lebih dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan jarak geografis yang jauh dari pusat-pusat pendidikan dan kompetisi internasional.
Kesempatan tampil di Singapura menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka untuk menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menghalangi anak-anak daerah mengembangkan kemampuan dan berkompetisi di tingkat internasional.
Melalui kategori Speech dan Storytelling, para siswa akan membawa kemampuan berbahasa Inggris yang mereka pelajari di Excellcy English School ke panggung Grand Final.
Bagi keenam remaja tersebut, Singapura menjadi panggung berikutnya. Bagi Sangihe, perjalanan mereka menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi generasi muda dari wilayah kepulauan Indonesia Timur.
(Rendy Saselah)







Tidak ada Respon