Sangihe — Kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jakob Hendrik Pattipeilohy, ke SMA Negeri 1 Tahuna tak hanya menjadi ajang pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga momentum evaluasi bagi pelaksana di lapangan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kepulauan Sangihe merespons kunjungan tersebut dengan menegaskan komitmen memperbaiki layanan, terutama pada aspek teknis distribusi.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Kasatpel) SPPG Soataloara II, Ester Rugian, menyebut kehadiran Kejaksaan Tinggi sebagai bentuk pengawasan yang konstruktif sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas program.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari pihak Kejaksaan Tinggi yang telah meninjau langsung proses pendistribusian kepada para penerima manfaat. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan dan pengawasan yang positif agar pelaksanaan program berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran,” ujar Ester, Selasa, (19 /5/2026).
Ia menegaskan, pihaknya tidak menutup mata terhadap sejumlah catatan yang muncul dalam peninjauan tersebut, termasuk persoalan teknis seperti porsi makanan. Menurut dia, evaluasi lapangan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program yang masih berjalan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga kualitas, serta memastikan distribusi terlaksana dengan baik demi manfaat yang dirasakan langsung oleh penerima,” katanya.
Dalam kunjungan kerja hari keduanya di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pattipeilohy meninjau langsung pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Tahuna. Ia menegaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan kualitas makanan serta pola distribusi berjalan sesuai standar.
“Kita ingin melihat implementasi MBG di SMA Negeri 1 Tahuna. Kita lihat dari sisi kualitasnya, kemudian bagaimana pola distribusinya. Kita ingin pastikan bahwa memang program ini berjalan dengan baik dan bagi siswa semuanya bermanfaat,” ujar Pattipeilohy.
Ia menilai secara umum pelaksanaan program berjalan baik, meski terdapat sejumlah catatan di lapangan. “Memang yang kita lihat tadi ada beberapa problematika, masalah jumlah nasi dan segala macam, tetapi itu subjektif. Sementara keseluruhan berlangsung baik,” katanya.
Di sisi lain, SPPG di Sangihe mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan program, terutama dalam penyediaan bahan pangan. Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kepulauan Sangihe, Monisye Lesawengen, mengatakan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan kelompok petani lokal.
“Kami sedang menjadwalkan pertemuan untuk membangun komunikasi dengan Petani Muda Sangihe dalam upaya pemenuhan kebutuhan hasil pertanian. Kami memastikan ketersediaan secara kuantitas, kualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan distribusi dan menjaga konsistensi kualitas makanan dalam program MBG. Selain memperpendek rantai pasok, kolaborasi dengan petani lokal juga diharapkan mampu mendorong ekonomi daerah.
Dengan pengawasan langsung dari Kejaksaan Tinggi serta komitmen pembenahan internal, SPPG di Kepulauan Sangihe menegaskan kesiapan mereka memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih optimal—tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.(*)







Tidak ada Respon