Selusurnews.com – Spanyol akhirnya kembali menaklukkan dunia. La Furia Roja memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak tambahan waktu (extra time) pada laga final di Stadion New York–New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WITA. Gol tunggal kemenangan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106.
Final yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia ini berlangsung dalam tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola dan membangun serangan dari kaki ke kaki, sementara Argentina mengandalkan pengalaman Lionel Messi serta transisi cepat melalui Julián Álvarez dan Alexis Mac Allister.
Babak Pertama: Spanyol Mendominasi, Argentina Bertahan Disiplin
Sejak menit-menit awal, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Kombinasi Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Mikel Oyarzabal beberapa kali memaksa lini belakang Argentina bekerja keras.
Penguasaan bola La Roja mencapai sekitar 65 persen pada babak pertama. Rodri dan Fabián Ruiz mendikte permainan dari lini tengah, membuat Argentina lebih banyak bertahan di area sendiri.
Meski demikian, pertahanan yang dikomandoi Cristian Romero dan Lisandro Martínez tampil disiplin. Emiliano Martínez juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Spanyol.
Di sisi lain, Argentina sesekali mengancam lewat pergerakan Messi dan Julián Álvarez melalui serangan balik cepat. Namun hingga turun minum, kedua tim gagal memecah kebuntuan dan skor tetap 0-0.
Babak Kedua: Tempo Meningkat, Argentina Kehilangan Enzo
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis. Spanyol terus menggempur pertahanan Argentina melalui sisi kanan yang dihuni Lamine Yamal.
Argentina mencoba keluar dari tekanan melalui permainan lebih langsung. Messi beberapa kali turun menjemput bola untuk membangun serangan, tetapi rapatnya lini belakang Spanyol membuat peluang bersih sulit tercipta.
Drama terjadi pada masa injury time. Gelandang Argentina Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Pau Cubarsí sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Argentina pun dipaksa bermain dengan sepuluh pemain menjelang berakhirnya waktu normal.
Meski unggul jumlah pemain, Spanyol belum mampu mencetak gol hingga 90 menit usai. Final pun berlanjut ke babak tambahan waktu.
Extra Time: Ferran Torres Menjadi Pembeda
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Spanyol pada babak tambahan.
Tekanan tanpa henti membuat pertahanan Argentina mulai kehilangan tenaga. Pada menit ke-106, Ferran Torres berhasil memanfaatkan celah di kotak penalti dan melepaskan penyelesaian akhir yang tak mampu dibendung Emiliano Martínez.
Gol tersebut disambut gegap gempita ribuan pendukung Spanyol di stadion.
Tertinggal satu gol, Argentina tetap menunjukkan semangat juang. Messi memimpin upaya mengejar ketertinggalan dengan beberapa distribusi bola berbahaya, namun Spanyol tampil sangat disiplin mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor 1-0 bertahan dan memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah keberhasilan mereka pada edisi 2010.
Akhir Sebuah Era Lionel Messi
Kekalahan ini menjadi penutup emosional bagi Argentina. Pada usia 39 tahun, Lionel Messi kembali membawa negaranya mencapai partai puncak, tetapi gagal mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022.
Usai pertandingan, momen hangat terlihat ketika Messi memeluk Lamine Yamal, simbol pergantian generasi sepak bola dunia dari sang legenda kepada bintang muda Spanyol yang bersinar sepanjang turnamen. (*)
(Editor: Lekra’s)








Tidak ada Respon