Sangihe – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus melakukan pembenahan layanan serta memperkuat koordinasi lintas sektor, menyusul proses administrasi dan evaluasi yang tengah berjalan.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Kepulauan Sangihe, Monisye Lesawengen, menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar SPPG sedang dalam tahap pemenuhan persyaratan, khususnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Tiga SPPG, yakni Tahuna Timur, Soataloara II, dan Tahuna, sementara dalam proses pengurusan SLHS di Dinas Kesehatan Sangihe. Sementara satu SPPG lainnya, yaitu di Naha, masih menunggu pelaksanaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL),” jelas Monisye, belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari upaya peningkatan standar layanan agar seluruh operasional SPPG berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait adanya rekomendasi penutupan sementara dari Dinas Kesehatan, Monisye menilai hal tersebut sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan pengawasan.
“Ini sifatnya rekomendasi sementara, dan kami menindaklanjutinya dengan koordinasi intensif bersama KPPG Sulut untuk memastikan semua persyaratan dapat segera dipenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini justru menjadi momentum bagi SPPG di Sangihe untuk berbenah dan memastikan kualitas pelayanan gizi kepada masyarakat semakin optimal.
Khusus di SPPG Soataloara II, Monisye menyebutkan bahwa fungsi pengawasan telah dijalankan dan berbagai langkah perbaikan sudah dilakukan, termasuk peningkatan koordinasi dengan mitra dan pengelola satuan pelayanan.
“Koordinasi saat ini sudah berjalan jauh lebih baik, termasuk dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendukung,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) SPPG Soataloara II, Ester Rugian. Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Saya tidak akan mentolerir adanya pelanggaran terhadap SOP. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga kualitas layanan,” tegas Ester.
Ia juga mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat yang dinilai sebagai bagian penting dalam proses perbaikan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas setiap masukan dan kritik yang diberikan. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan ke depan,” tambahnya.
Dengan langkah pembenahan yang terus dilakukan, SPPG di Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis dapat menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang semakin berkualitas, aman, dan sesuai standar, demi mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (*)







Tidak ada Respon