Sitaro — Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi mengoperasikan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Dusun Burake, Kampung Talawid, Kecamatan Siau Barat Selatan, Senin (27/4/2026). Infrastruktur yang telah dibangun sekitar dua dekade lalu itu kini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih warga.
SPAM Talawid diproyeksikan melayani sejumlah kampung di dua kecamatan, yakni Siau Barat Selatan dan Siau Timur Selatan. Wilayah layanan meliputi Sawang, Biau, Balirangeng, Kalahiang, Talawid, serta kawasan sekitarnya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi atas kesulitan air bersih yang selama ini dialami masyarakat, terutama saat musim kemarau.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengatakan, optimalisasi SPAM Talawid tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia mengapresiasi langkah cepat Direktur PDAM yang baru, Arter Nus Tamaka, dalam menghidupkan kembali fasilitas tersebut.
“Fasilitas ini kurang lebih 20 tahun sudah ada, tetapi tidak terpakai dengan baik. Kami bersyukur bahwa infrastruktur ini tidak rusak,” ujar Chyntia.
Menurut dia, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadirkan layanan dasar kepada masyarakat. Peran serta warga dan dukungan mitra kerja menjadi faktor penting dalam percepatan pemanfaatan SPAM.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan peran serta masyarakat. Dan kita bersyukur memiliki mitra kerja yang sangat hebat, termasuk anak-anak muda yang berkontribusi,” katanya.
Chyntia menambahkan, kehadiran direktur PDAM yang baru turut mendorong percepatan perbaikan fasilitas sehingga dapat kembali difungsikan dan disalurkan kepada masyarakat luas.
“Dengan adanya direktur yang baru, fasilitas ini bisa diperbaiki dan digunakan kembali. Akhirnya dapat disalurkan kepada masyarakat banyak,” ucapnya.
Saat ini, air dari SPAM Talawid telah mengalir dan dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Namun, untuk konsumsi sebagai air minum, masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan kualitas dan keamanannya.
“Tersedianya SPAM ini, kita berharap masyarakat dapat menerima akses air yang layak, sehat, dan berkelanjutan,” tutur Chyntia. (*)







Tidak ada Respon