Selusurnews.com – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital menyampaikan pembaruan terkait rencana perbaikan jaringan kabel serat optik bawah laut (submarine fiber optic) Palapa Ring Tengah segmen Tahuna – Melonguane.
Berdasarkan informasi terbaru, durasi pemutusan layanan total di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dipastikan bertambah tiga hari dari rencana semula.
Sebelumnya, BAKTI merencanakan pemutusan total hanya berlangsung pada rentang 16 hingga 21 April 2026.
Namun, melalui surat pemberitahuan resmi nomor 136/BAKTI.31/PI.02.01/03/2026, Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, mengonfirmasi adanya perpanjangan waktu pemadaman layanan hingga tanggal 24 April 2026.
Dengan adanya penambahan ini, masyarakat di kedua kabupaten tersebut akan mengalami putus layanan telekomunikasi dan informasi secara total selama sembilan hari.
“Aktivitas krusial Restoration/Marine Operation ini akan menyebabkan layanan di kedua kabupaten putus total sementara selama 9 hari,” tulis Fadhilah Mathar dalam keterangan resminya, Selasa (26/3/2026).
Perbaikan ini dinilai mendesak demi mencegah kerusakan permanen pada infrastruktur tulang punggung internet di wilayah utara Indonesia.
Menanggapi perpanjangan durasi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah strategis untuk meminimalkan dampak.
Pemkab Sangihe tengah berkoordinasi intensif dengan penyedia layanan seluler untuk mengaktifkan jalur cadangan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Telkomsel untuk mengantisipasi risiko melalui pengaktifan sistem radiolink,” ujar Ronald.
Meskipun jaringan utama akan lumpuh, Ronald memberikan kabar baik bagi titik-titik layanan tertentu. Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 104 titik layanan internet milik BAKTI yang tersebar di desa-desa, sekolah, dan puskesmas di Sangihe yang diprediksi tetap beroperasi normal.
“Jaringan khusus BAKTI di desa, puskesmas, dan sekolah itu tidak terdampak,” jelasnya.
Pengerjaan teknis di bawah laut ini akan dilaksanakan oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia dengan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan laut.
Pihak BAKTI juga telah menembuskan laporan perbaikan ini kepada Menteri Komunikasi dan Digital serta Gubernur Sulawesi Utara.
Selain itu, koordinasi dengan Bupati, Dandim, dan Kapolres di wilayah terdampak terus diperkuat guna memitigasi potensi gangguan keamanan dan sosial selama masa pemadaman komunikasi berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan persiapan dan mitigasi komunikasi pribadi sebelum periode pemutusan layanan dimulai pada pertengahan April mendatang. (*)







Tidak ada Respon