Selusurnews.com — Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari memimpin langsung misi kemanusiaan ke tiga pulau terluar di perbatasan Indonesia-Filipina yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7, Kamis (11/6/2026).
Didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintah daerah, rombongan menyisir Pulau Kawio, Pulau Marore, dan Pulau Matutuang guna memastikan kondisi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan pascabencana.
Langkah tersebut dilakukan menyusul gempa kuat yang berpusat di Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026 dan berdampak hingga wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemerintah daerah memilih turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga, memverifikasi kerusakan, dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak.
Pulau Kawio menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan. Berdasarkan data pemerintah kampung, sebanyak 171 kepala keluarga atau 477 jiwa terdampak dari total 177 kepala keluarga yang mendiami pulau tersebut.
Selain memengaruhi hampir seluruh penduduk, gempa juga mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga. Pendataan sementara mencatat 55 rumah mengalami kerusakan berat, 16 rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan.
Di hadapan warga Kawio, Bupati Michael Thungari menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami masyarakat. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir hingga proses pemulihan selesai dilaksanakan.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat Kampung Kawio. Saat ini tim sudah berada di lapangan untuk melakukan pendataan, pengecekan tingkat kerusakan sekaligus verifikasi data,” kata Thungari.
Menurutnya, kunjungan ke Kawio, Marore, dan Matutuang bertujuan memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan penanganan yang tepat.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian pemerintah. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil dan mendengar kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapitalaung Kampung Kawio, Batin Mamintade, mengapresiasi kehadiran langsung Bupati dan jajaran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang masih menghadapi trauma akibat gempa dan gempa susulan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah perbatasan yang terdampak bencana tersebut.
Kunjungan ke Kawio, Marore, dan Matutuang sekaligus menjadi penegasan kehadiran pemerintah di pulau-pulau terluar Indonesia untuk memastikan pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, dan pemulihan masyarakat berjalan cepat dan tepat sasaran.
(Editor: Lekra’s)







Tidak ada Respon