1000215516

Tanam 1.100 Mangrove di Kapeta Menjadi Benteng Hijau Pesisir Sitaro

Redaksi
Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas mengajak masyarakat menjaga pesisir lewat pelestarian mangrove. (foto: Kominfo Sitaro)
Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas mengajak masyarakat menjaga pesisir lewat pelestarian mangrove. (foto: Kominfo Sitaro)

SELUSURNEWS.COM — Deburan ombak pesisir Kampung Kapeta, Kecamatan Siau Barat Selatan, berpadu dengan keteguhan komitmen pelestarian ekosistem pada Kamis (30/7/2026). Di atas hamparan lumpur muara tersebut, sebanyak 1.100 bibit pohon mangrove ditanam secara serentak dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026.

Aksi nyata pemulihan kawasan pesisir ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Kepulauan Sitaro yang bergandengan tangan dengan PT Len Komunikasi Indonesia (BAKTI).

Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, kegiatan ini dirancang bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan langkah krusial memoles benteng pertahanan alami pesisir bumi Karangetang.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sitaro merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 47 pulau dengan lanskap perairan mencakup lebih dari 80 persen total wilayahnya. Kondisi topografi pesisir yang terbuka ini menempatkan pulau-pulau di Sitaro pada risiko tinggi abrasi air laut, ancaman gelombang pasang, hingga dampak penyerapan karbon dalam meredam perubahan iklim global.

Menyadari kerentanan ekologis tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, menegaskan keberadaan ekosistem mangrove yang sehat merupakan harga mati bagi keberlanjutan hidup warga pesisir. Menurutnya, perlindungan lingkungan laut tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi semata, melainkan butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Penanaman pohon hari ini mungkin terlihat sederhana, namun apabila dirawat dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan, perekonomian masyarakat, dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” ujar Makainas di hadapan jajaran pejabat dan warga setempat.

Gerakan pelestarian ini semakin kokoh dengan hadirnya jajaran pimpinan PT Len Komunikasi Indonesia (PT LTI), di antaranya Pemegang Saham PT LTI Alexander Runtuwene dan Komisaris Utama PT LTI Teni Agustini. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha ini menjadi preseden positif dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam program tanggung jawab sosial serta investasi berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Hutan mangrove yang lestari terbukti tidak hanya menangkal benturan gelombang, tetapi juga berfungsi sebagai kawasan pemijahan (nursery ground) biota laut yang kaya. Bagi masyarakat Sitaro yang mayoritas menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan tangkap, keberadaan mangrove yang terjaga secara langsung menjamin ketersediaan komoditas laut dan menopang stabilitas ekonomi lokal secara berjangka panjang.

Memungkasi arahannya, Plt Bupati menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya asas gotong royong dalam merawat ribuan bibit yang telah ditanam tersebut.

“Semoga setiap pohon yang kita tanam hari ini menjadi warisan hijau bagi anak cucu kita, memperkuat ketahanan pesisir Kabupaten Kepulauan Sitaro, serta menjadi bukti nyata bahwa melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, kita mampu menjaga alam demi masa depan yang lebih baik,” tandas Makainas.

Prosesi peringatan Hari Mangrove Sedunia ini diakhiri dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis kepada Camat Siau Barat Selatan (Sibarsel), Camat Siau Timur Selatan (Sitimsel), serta perwakilan dari wilayah Tagulandang. Penyerahan tersebut menandai dimulainya perluasan gerakan penghijauan pesisir yang diharapkan merebak ke seluruh penjuru pulau di Kepulauan Sitaro. (**)

Editor: Ady Putong