1000215516

Tawa Anak-anak Kembali Terdengar di Kawio, Marore, dan Matutuang Pascagempa Sangihe

Redaksi
Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari ikut dalam trauma healing bersama anak anak di Pulau Terluar Sangihe. (Foto: Ist)
Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari ikut dalam trauma healing bersama anak anak di Pulau Terluar Sangihe. (Foto: Ist)

Selusurnews.com — Suara tawa anak-anak kembali terdengar di Kampung Kawio, Kampung Marore, dan Kampung Matutuang, wilayah terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe yang beberapa hari terakhir dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

Di tengah masih terjadinya gempa susulan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menghadirkan kegiatan trauma healing untuk menghibur anak-anak yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut digelar saat Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama jajaran Forkopimda mengunjungi wilayah terdampak pada Kamis (11/6/2026).

Melalui Tim Kreatif Pemkab Sangihe yang dipimpin Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Veronika Maya Budiman, anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan dan aktivitas ice breaking. Kegiatan itu langsung disambut antusias. Wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kecemasan berubah menjadi ceria saat mengikuti permainan bersama.

Salah satu permainan yang paling menarik perhatian adalah game goyang viral “Kicau Mania”. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan, sementara gelak tawa terdengar di berbagai sudut lokasi kegiatan.

Kabag Prokopim Veronika Maya Budiman mengatakan kehadiran pemerintah daerah tidak hanya untuk menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak gempa.

“Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga ikut bergabung dalam kegiatan ini. Yang menarik, pimpinan daerah juga ikut berpartisipasi. Ada Pak Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, hingga Danlanal yang bersama-sama mengikuti permainan dengan masyarakat,” kata Maya.

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti permainan dan ice breaking mampu membantu mengurangi ketegangan yang dirasakan warga setelah bencana. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat di wilayah kepulauan terluar.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Michael Thungari membagikan hadiah berupa cokelat kepada anak-anak serta uang tunai kepada para ibu yang ikut berpartisipasi dalam permainan. Langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan semangat baru sekaligus membantu memulihkan kondisi psikologis warga pascagempa yang hingga kini masih merasakan guncangan susulan.

(Editor : Lekra’s)