1000215516

Budayawan Amos Ghama Kakomba Berpulang, Sangihe Kehilangan Tokoh Adat dan Pelaku Masamper

Redaksi
Amos Ghama Kakomba Tokoh Adat Nusa Utara. (Foto: Ist)
Amos Ghama Kakomba Tokoh Adat Nusa Utara. (Foto: Ist)

Selusurnews.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Budayawan sekaligus tokoh adat Nusa Utara, Amos Ghama Kakomba, dikabarkan berpulang pada Selasa (28/7/2026).

Amos Ghama Kakomba yang selama ini menetap di Kota Bitung, datang ke Sangihe untuk menjalankan tugas pelayanan sebagai juri dalam kegiatan Masamper yang diselenggarakan Jemaat Oikumene Manalu Lesabe di Kecamatan Tabukan Selatan.

Usai menyelesaikan tugasnya dalam kegiatan tersebut, kondisi kesehatan Ghama dilaporkan menurun pada Selasa siang. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Salurang sebelum dirujuk ke RSD Liun Kendage Tahuna.

Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, Ghama mengembuskan napas terakhir di RSD Liun Kendage Tahuna.

Kabar berpulangnya salah satu tokoh budaya Sangihe tersebut sontak mengundang duka dari berbagai kalangan, khususnya para pelaku seni dan budaya yang selama ini mengenal kiprah Ghama dalam menjaga tradisi masyarakat Nusa Utara.

Seniman terkemuka Sulawesi Utara, Leonardo Axsel Galatang, turut menyampaikan penghormatan terakhirnya kepada Ghama melalui unggahan di media sosial.

“Selamat jalan tokoh adat/budaya Nusa Utara Amos Gama Kakomba. Tuhan menjadi sumber kekuatan iman dan penghiburan buat keluarga yang ditinggalkan,” tulis Galatang.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Firman Misa, salah satu pelaku budaya Masamper. Ia mengenang dedikasi Ghama sebagai pemerhati dan pelaku kebudayaan.

“Terima kasih atas dedikasimu sebagai pemerhati budaya. Selamat jalan ke rumah Bapa Ka Amos Ghama Kakomba. Tuhan sumber penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tulis Firman.

Amos Ghama Kakomba dikenal sebagai salah satu tokoh adat dan budaya Nusa Utara asal Kepulauan Sangihe. Kiprahnya dalam kebudayaan tidak hanya terlihat melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan adat, tetapi juga dalam pelestarian kesenian tradisional masyarakat Sangihe.

Ghama dikenal sebagai salah satu pelaku adat yang kerap tampil dalam prosesi pemotongan kue adat Tamo. Ia juga dikenal sebagai seniman dan musisi Masamper yang kiprahnya telah dikenal luas di Sulawesi Utara.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan adat dan seni budaya membuat Ghama menjadi salah satu sosok yang memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan tradisi masyarakat Sangihe di tengah perubahan zaman.

Kepergian Ghama pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para pelaku adat dan budaya yang selama ini berjalan bersamanya dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jenazah Amos Ghama Kakomba hingga Selasa malam masih berada di RSD Liun Kendage Tahuna. Jenazah selanjutnya akan dibawa ke Kampung Salurang, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah.

Kepergian Amos Ghama Kakomba menjadi kehilangan bagi dunia adat dan budaya Sangihe. Namun, dedikasinya dalam merawat tradisi, adat, dan Masamper akan menjadi bagian dari jejak kebudayaan yang ditinggalkannya.

(Editor: Lekra’s)