Sitaro — Sepekan terakhir menjadi masa transisi dalam lingkup Pemkab Kepulauan Sitaro. Heronimus Makainas SE, MM yang kini menjabat pelaksana tugas (Plt) Bupati terus mengambil langkah taktis untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan mulus dan berkelanjutan.
Upaya Makainas membangun konsolidasi antar-SKPD (satuan kerja perangkat daerah) juga dilakukan saat dirinya menyampaikan arahan dalam kegiatan Asistensi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Kabupaten Kepulauan Sitaro Tahun 2027. Kaka’ Nanu, begitu dia biasa disapa, mengumpulkan jajaran pejabat di Media Center Kantor Bupati, Rabu (20/5/2026).
“Penyusunan program dan kegiatan yang selaras dengan visi pembangunan daerah serta kebutuhan masyarakat itu penting sehingga saya meminta seluruh perangkat daerah untuk menyusun perencanaan yang realistis, terukur dan berorientasi pada hasil, sehingga pelaksanaan program tahun 2027 dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro,” kata Plt Bupati, didampingi pelaksana harian (Plh) Sekda Drs Eddy Salindeho MSi.
Sebagai pemimpin pemerintahan, Makainas menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam menyusun RKPD dan Renja PD agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung demi tercapainya target pembangunan daerah secara menyeluruh.
Upaya Makainas dalam mengkonsolidasikan kekuatan jajaran Pemkab Kepulauan Sitaro linear dengan keinginan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang meminta komitmennya untuk menjaga stabilitas administrasi dan memastikan seluruh agenda pemerintahan di Kepulauan Sitaro terlaksana tanpa hambatan.
Hal itu disampaikan Yulius Selvanus saat menunjuk Makainas sebagai Plt Bupati Sitaro pada 11 Mei 2026 di Manado. Penunjukan pelaksana tugas bupati dilakukan untuk menjaga kesinambungan roda pemerintahan, termasuk pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan daerah agar tetap berjalan sebagaimana mestinya, pesan Yulius.
Tak hanya berbicara pada pejabat teras, Makainas juga bergerak cepat dalam mengoptimalkan dua sektor pelayanan dasar, yakni perhubungan dan kesehatan. Langkah taktis ini ditegaskan ketika Heronimus Makainas didampingi Eddy Salindeho memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Rabu, 20 Mei 2026. Rapat ini digelar secara khusus untuk membahas peningkatan performa serta program kerja sektor perhubungan daerah.
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah evaluasi pelayanan transportasi serta penguatan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Mengingat karakteristik Sitaro sebagai daerah kepulauan (archipelagic regency), pembenahan aksesibilitas antarpulau menjadi prioritas utama demi mengikis hambatan logistik dan mempermudah mobilitas harian penduduk setempat.
Dalam arahannya, Plt. Bupati menegaskan pentingnya sinergi antarperangkat daerah guna menghadirkan sistem transportasi yang lebih efektif, aman, dan mampu menjawab kebutuhan rill masyarakat kepulauan.
“Sektor perhubungan memiliki peran yang sangat strategis dalam menunjang mobilitas harian warga sekaligus menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” cetus Makainas.
Penguatan konektivitas ini berakar pada optimalisasi tiga gerbang laut utama, yaitu Pelabuhan Ulu Siau, Pelabuhan Tagulandang, dan Pelabuhan Biaro yang melayani kapal perintis Sabuk Nusantara serta armada kapal cepat swasta. Tata kelola pelabuhan yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut diorientasikan untuk meminimalisasi hambatan distribusi logistik pangan akibat faktor cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Laut Sulawesi.
Selain jalur laut, kehadiran Bandar Udara Siau di Lokhbaha turut menjadi poin krusial dalam peta konektivitas udara yang terus didorong efektivitasnya oleh pemerintah daerah. Bandara ini tidak hanya memangkas waktu tempuh ke Manado menjadi 30 hingga 45 menit menggunakan penerbangan perintis, tetapi juga berfungsi vital sebagai jalur evakuasi medis darurat (medivac) serta mitigasi penanganan bencana kerawanan vulkanik.
Sektor perhubungan darat juga tidak luput dari perhatian, di mana pemeliharaan panjang jalan kabupaten terus dipacu untuk menghubungkan sentra perkebunan pala menuju pelabuhan utama. Rapat koordinasi yang berlangsung produktif ini ditutup dengan komitmen bersama dari Dinas Perhubungan untuk meningkatkan akses konektivitas demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.
Evaluasi Sektor Kesehatan
Sehari sebelum membenahi sektor perhubungan, Plt. Bupati Heronimus Makainas juga mengambil langkah taktis di bidang kesejahteraan masyarakat dengan memimpin Rapat Rekonsiliasi Iuran Jaminan Kesehatan Pemerintah Daerah Triwulan I Tahun 2026. Pertemuan krusial ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.
Rekonsiliasi diselenggarakan sebagai upaya serius pemerintah daerah dalam memastikan sinkronisasi data kepesertaan masyarakat Sitaro. Selain itu, agenda ini difungsikan untuk mengevaluasi ketepatan pembayaran iuran jaminan kesehatan bagi warga yang ditanggung oleh pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepanjang Triwulan I.
Plt. Bupati memberikan penegasan mengenai pentingnya koordinasi yang solid dan ketepatan data antarperangkat daerah demi mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Validasi data peserta serta penyelesaian administrasi pembayaran iuran harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan kendala teknis saat masyarakat membutuhkan pelayanan medis.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak agar proses rekonsiliasi data dan pembayaran iuran dapat berjalan dengan baik,” ujar Heronimus Makainas di hadapan para peserta rapat yang hadir.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait, pihak penyelenggara jaminan kesehatan, serta unsur teknis lainnya yang terlibat dalam pengelolaan jaminan daerah. Melalui sinkronisasi ini, diharapkan tercipta kesamaan data dan pemahaman antarpihak sehingga pelaksanaan program jaminan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Komitmen kuat dalam jaminan kesehatan ini melengkapi prestasi gemilang Kabupaten Sitaro yang berhasil menekan angka tengkes (stunting) hingga menyentuh angka 14,4 persen. Capaian tersebut menempatkan Sitaro sebagai salah satu dari tiga kabupaten/kota dengan prevalensi stunting terendah di Provinsi Sulawesi Utara berkat integrasi Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang berjalan berkesinambungan.
Penguatan administrasi jaminan kesehatan ini juga berdampak langsung pada optimalisasi layanan di tingkat dasar hingga rujukan sekunder, seperti jaringan Puskesmas Ondong, Puskesmas Tagulandang, RSUD Lapangan Sawang, hingga RSUD Tagulandang. Jaminan anggaran yang rapi memastikan faskes mampu melayani pengobatan penyakit tidak menular, pemeriksaan lansia, hingga program kesehatan lingkungan.
Secara komprehensif, langkah taktis Plt. Bupati dalam menyelaraskan sektor perhubungan dan kesehatan ini membentuk hubungan kausalitas yang saling mendukung bagi ketahanan wilayah kepulauan. Transportasi laut dan udara yang andal menjamin kelancaran rujukan pasien darurat dari pulau-pulau ke rumah sakit pusat di Manado, sekaligus menjaga stabilitas pasokan logistik gizi untuk mempertahankan tren penurunan stunting.
Lewat rangkaian rapat koordinasi dan rekonsiliasi maraton ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro sukses mengintegrasikan aspek mobilitas wilayah dan ketahanan sosial-kesehatan masyarakat.
Langkah taktis kepemimpinan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan publik yang inklusif, responsif dan adaptif demi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di bumi Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo. (**)
Editor: Ady Putong







Tidak ada Respon