Wisata Walembarian, Menyandingkan Alam dan Jejak Sejarah di Perbatasan Indonesia-Filipina

Wisata Walembarian hadir menawarkan lanskap alami yang masih terjaga, sekaligus ruang hening yang memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Redaksi
Tempat wisata Walembarian di Desa Dapihe, Ujung Utara Kepulauan Talaud. (Foto: Fernando Loronusa)
Tempat wisata Walembarian di Desa Dapihe, Ujung Utara Kepulauan Talaud. (Foto: Fernando Loronusa)
A-AA+A++

Talaud, Selusurnews.com – Kabupaten Kepulauan Talaud pulau perbatasan Indonesia dan Filipina ini, kembali menambah pilihan destinasi wisata berbasis alam. Di Desa Dapihe, wilayah paling utara Talaud, Wisata Walembarian hadir menawarkan lanskap alami yang masih terjaga, sekaligus ruang hening yang memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Hamparan alam yang asri menjadi daya tarik utama kawasan ini. Pengunjung disuguhi suasana tenang, jauh dari hiruk-pikuk, dengan bentang alam yang mengundang untuk dinikmati secara perlahan. Namun, Walembarian tidak semata soal panorama.

Kepala Desa Dapihe, Horbit Ponge, menuturkan bahwa kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah yang melekat dalam perjalanan desa. “Tidak hanya keindahan alam, di sini juga ada cerita dan jejak sejarah yang bisa dipelajari pengunjung,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Pengembangan kawasan wisata tersebut hingga kini masih berlangsung. Sejumlah fasilitas penunjang tengah diselesaikan dan ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026. Meski demikian, kawasan ini telah dibuka untuk umum.

Pemerintah desa menaruh harapan besar terhadap kehadiran Wisata Walembarian. Selain menjadi ruang rekreasi, destinasi ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal, terutama melalui peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Harapan serupa disampaikan warga. Jumeldi, salah satu masyarakat Desa Dapihe, menyebut pengembangan wisata ini sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. “Ke depan, ini bukan hanya soal PAD, tetapi juga peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang,” katanya.

Sementara itu, pengalaman pengunjung turut memperkuat daya tarik Walembarian. Alprince, yang telah dua kali berkunjung, mengaku merasakan kenyamanan yang khas dari tempat ini. Ia bahkan memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan ibadah.

“Walaupun belum sepenuhnya rampung, tempat ini sangat nyaman dan indah. Cocok untuk rekreasi, ibadah, maupun kegiatan lainnya. Suasananya membuat kita seolah menyatu dengan alam,” ujarnya.

Dengan perpaduan potensi alam dan nilai sejarah yang dimiliki, Wisata Walembarian dipandang berpeluang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kepulauan Talaud pada masa mendatang.

(Fernando Loronusa)