Wakil Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, kembali memenuhi panggilan penyidik di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada Kamis, (12/3/2026). Ia dimintai keterangan terkait penyidikan dugaan korupsi penyaluran dana stimulan bagi pengungsi erupsi Gunung Ruang.
Makainas menjalani pemeriksaan sekitar empat jam, mulai pukul 09.30 hingga 14.30 Wita. Seusai pemeriksaan, ia keluar dari ruang penyidik didampingi sejumlah asisten serta kuasa hukumnya, Max Bawotong.
Kepada wartawan, Makainas mengatakan pemerintah daerah menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Kejati Sulawesi Utara.
“Proses hukum ini sudah berjalan dan kami menghormati apa yang sedang dilakukan Kejati Sulut,” kata Makainas di halaman kantor Kejati Sulut, Kamis siang.
Ia juga meminta publik bersabar menunggu hasil penyidikan yang sedang berlangsung. Menurut dia, proses hukum tersebut pada waktunya akan menemukan pihak yang bertanggung jawab.
“Kita sabar saja menunggu kapan proses ini akan selesai. Tentunya nanti akan ada yang ditetapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, menyatakan penyidik tengah mendalami perkara dugaan korupsi penyaluran bantuan bagi korban erupsi Gunung Ruang dan membuka kemungkinan adanya penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
Kuasa hukum Makainas, Max Bawotong, mengatakan kliennya bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan. Ia menyebut Makainas hadir untuk membantu penyidik menuntaskan perkara tersebut.
“Klien kami sangat antusias mengikuti pemeriksaan demi memperjelas perkara ini,” kata Bawotong.
Menurut dia, seluruh pihak yang diperiksa sebagai saksi harus siap apabila sewaktu-waktu status hukumnya berubah.
“Siapa pun yang saat ini berstatus saksi bisa saja menjadi tersangka. Itu bagian dari proses hukum yang harus dihormati,” ujarnya.
Bawotong juga menyebut jumlah saksi yang telah diperiksa dalam perkara tersebut mencapai lebih dari seribu orang. Mereka antara lain berasal dari unsur pemerintah daerah, mulai dari bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga anggota DPRD.
Ia mengatakan pengusutan kasus ini penting untuk menjawab tuntutan masyarakat di Kabupaten Sitaro agar perkara tersebut menjadi terang.
“Harapannya tentu agar kasus ini bisa jelas dan terbuka,” kata dia.
(Albert Nalang)







Tidak ada Respon