Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe membenarkan pernyataan Bupati Kepulauan Sangihe mengenai pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan IV 2025 sebesar 7,07 persen. Namun, angka tersebut ditegaskan sebagai pertumbuhan kuartalan atau quarter to quarter (Q to Q), bukan pertumbuhan kumulatif tahunan.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, menyatakan bahwa angka 7,07 persen merupakan perbandingan pertumbuhan ekonomi triwulan IV terhadap triwulan III tahun 2025. “Angka 7,07 persen itu adalah pertumbuhan Q to Q. Jadi bukan pertumbuhan tahunan,” kata Eko.
Menurut dia, data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah seluruh komponen penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dirampungkan. BPS mengingatkan agar publik tidak keliru menafsirkan angka tersebut sebagai capaian pertumbuhan ekonomi satu tahun penuh.
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyampaikan angka pertumbuhan 7,07 persen dalam forum internal pemerintah daerah, Jumat (20/2/2026). Ia menyebut capaian itu sebagai hasil kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai mampu menjaga ritme kinerja pada triwulan IV 2025.
Michael mengatakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi kuartalan tersebut patut diapresiasi dan menjadi pemantik semangat bagi ASN untuk terus menjaga kinerja. Ia berharap konsistensi kerja perangkat daerah dapat menopang visi dan misi pemerintah daerah dalam mewujudkan Sangihe yang sejahtera dan berbudaya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, menambahkan bahwa dalam penyampaiannya, bupati tidak pernah menyebut angka 7,07 persen sebagai pertumbuhan kumulatif satu tahun. Menurut dia, pernyataan tersebut murni bentuk apresiasi atas peningkatan kinerja pada triwulan terakhir 2025.
“Penyampaian itu adalah dorongan semangat dan apresiasi kepada ASN yang telah bekerja. Wajar jika kepala daerah memberikan penghargaan atas peningkatan kinerja,” ujarnya.
Dengan klarifikasi ini, BPS dan pemerintah daerah meminta khalayak memahami konteks angka pertumbuhan tersebut sebagai indikator pergerakan ekonomi antar-kuartal, bukan capaian tahunan. (*)







Tidak ada Respon