Selusurnews.com–Suasana Minggu (12/07/2026) malam di Pulau Siau mendadak diselimuti ketegangan yang familiar namun tetap mencemaskan.
Gunung Karangetang, salah satu gunung api paling aktif di Nusantara, kembali menunjukkan geliat terbarunya dengan memuntahkan semburan api dan aktivitas guguran lava, memicu reaksi cepat dari otoritas setempat untuk menjaga keselamatan warga.
Aktivitas vulkanik terkini menempatkan gunung tersebut berada pada status Level II (Waspada). Semburan api dan guguran lava pijar yang meluncur dari puncaknya terlihat jelas membelah kegelapan malam, meskipun hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memastikan belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tersebut.
Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang dikenal dengan karakteristik letusan efusifnya yang sangat aktif. Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung ini merupakan salah satu gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi di Indonesia, yang secara historis telah mengalami puluhan kali erupsi sejak abad ke-17 dengan karakteristik utama berupa pertumbuhan kubah lava dan bahaya guguran lava blok.
Merespons eskalasi visual dan potensi bahaya tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, SE, MM, langsung bergerak cepat untuk menenangkan warga.
Heronimus meminta segenap elemen masyarakat yang bermukim di Pulau Siau untuk menyikapi fenomena alam ini secara rasional tanpa harus terperangkap dalam kepanikan yang berlebihan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan Gunung Karangetang, agar tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro,” tegas Heronimus Makainas dalam keterangan resminya.
Selain menuntut ketenangan, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kepatuhan mutlak terhadap batasan spasial yang direkomendasikan oleh para ahli vulkanologi.
Warga dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) maupun memasuki radius zona bahaya yang telah ditetapkan demi menghindari risiko awan panas guguran.
Di balik layar mitigasi, sinergi lintas sektoral langsung diperketat guna mengantisipasi skenario terburuk di lapangan. Seluruh perangkat daerah terkait, jajaran pemerintah kecamatan hingga pemerintah kampung, kini berkolaborasi erat dengan unsur TNI, Polri, dan BPBD untuk terus meningkatkan koordinasi serta memastikan arus informasi kepada masyarakat berjalan cepat dan akurat.
Pemerintah Kabupaten Sitaro berkomitmen untuk terus memantau setiap denyut aktivitas vulkanik Gunung Karangetang dan menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah-langkah penanganan darurat apabila situasi mengalami perubahan secara drastis.
Sembari mematangkan kesiapsiagaan sistem darurat, masyarakat diajak untuk saling menjaga keselamatan keluarga dan bersama-sama berdoa agar aktivitas Gunung Karangetang segera kembali stabil.(**)
Editor: Ady Putong








Tidak ada Respon