Oknum Kapitalaung Matutuang Diduga Terlibat Distribusi Sianida ke Tambang Ilegal Sangihe

Redaksi
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
A-AA+A++

Sangihe — Dugaan keterlibatan oknum Kapitalaung Kampung Matutuang dalam aktivitas tambang ilegal di Bowone, Kabupaten Kepulauan Sangihe, memunculkan sorotan baru terhadap praktik pertambangan emas tanpa izin di daerah itu. Oknum berinisial NM disebut-sebut diamankan aparat penegak hukum saat hendak memasok sianida ke lokasi tambang ilegal, Selasa, (19/5/2026).

Informasi mengenai pengamanan NM pertama kali beredar dari warga di sekitar kawasan tambang. Sejumlah warga mengaku melihat aparat menghentikan sebuah kendaraan di area tanah merah dekat akses menuju lokasi pertambangan ilegal Bowone.

“Mobil itu diamankan di lokasi tanah merah dekat jalan. Di dalamnya mereka menyebut wawu lao Matutuang,” kata seorang warga kepada wartawan, Rabu, (20/5/2026). Warga meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut warga, kendaraan tersebut diduga membawa sianida atau CN, bahan kimia yang lazim dipakai dalam proses pemurnian emas di tambang ilegal. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari aparat mengenai isi kendaraan, status barang bukti, maupun posisi hukum NM.

Peristiwa itu menjadi perhatian karena terjadi di tengah kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, ke Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam kunjungan tersebut, Pattipeilohy menegaskan penegakan hukum terhadap tambang ilegal harus dilakukan tanpa kompromi.

“Kalau untuk urusan itu saya tidak ada kompromi, tidak ada toleransi. Cuma kan kita harus menangani itu dengan prosedur yang baik. Semua aspek harus kita lihat,” ujar Pattipeilohy.

Meski isu pengamanan NM telah diketahui masyarakat, hingga beberapa hari setelah kejadian belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Polres Kepulauan Sangihe juga belum menjelaskan kronologi operasi, pihak yang diamankan, maupun dugaan penyitaan bahan kimia berbahaya di kawasan tambang ilegal Bowone.

Minimnya informasi resmi memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di Bowone dilakukan. Warga berharap aparat membuka informasi secara transparan, terutama terkait dugaan peredaran sianida yang berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada terduga NM melalui nomor gawai 0821-9507-8xxx namun belum membuahkan hasil. (*)