Setahun Pimpin Sangihe, Thungari–Bulahari Klaim Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen

Redaksi
Bupati Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari meniup lilin satu tahun pemerintahan. (Foto: Ist)
Bupati Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari meniup lilin satu tahun pemerintahan. (Foto: Ist)
A-AA+A++

Setahun memimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe, Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari mengklaim sejumlah capaian strategis berhasil diraih. Dalam agenda refleksi satu tahun pemerintahan, Jumat (20/2/2026), pemerintah daerah memaparkan realisasi proyek infrastruktur serta pertumbuhan ekonomi yang disebut melampaui rata-rata provinsi.

Beberapa proyek yang disorot antara lain pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Membara, Rumah Singgah Warga Kepulauan, Jembatan Tolendano, hingga peningkatan Jalan Panenteng. Pemerintah daerah menilai infrastruktur tersebut menjadi fondasi penguatan pelayanan publik dan konektivitas antarwilayah. “Pembangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Michael dalam sambutannya.

Michael mengakui tahun pertama kepemimpinannya bukan periode yang ringan. Selain keterbatasan anggaran, dinamika politik turut menjadi tantangan. Di usia 37 tahun, bersama wakil bupati yang berusia 34 tahun, ia menyebut kepemimpinan muda menuntut proses belajar yang cepat. Ia mengaku terus membuka ruang masukan dari sekretaris daerah, kepala organisasi perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga tokoh agama.

Menurut dia, harmonisasi antara bupati dan wakil bupati menjadi kunci stabilitas pemerintahan. Hubungan yang solid di tingkat pimpinan, kata dia, berdampak pada kenyamanan aparatur sipil negara dalam bekerja dan mempercepat pengambilan keputusan. Stabilitas birokrasi itu, lanjutnya, berkontribusi pada capaian ekonomi daerah.

Berdasarkan data kuartal 4 tahun 2025 yang dipaparkan pemerintah kabupaten, pertumbuhan ekonomi Sangihe tercatat sekitar 7,07 persen. Angka tersebut diklaim lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan Provinsi Sulawesi Utara yang berada di kisaran 7,02 persen. Michael menyebut kondisi daerah yang relatif kondusif, kerukunan masyarakat yang terjaga, serta minimnya bencana besar selama setahun terakhir menjadi faktor pendukung. “Ini adalah kerja bersama seluruh perangkat daerah dan masyarakat,” katanya.

Pemerintah daerah menilai capaian tersebut menunjukkan Sangihe masih memberi kontribusi positif terhadap perekonomian provinsi. Meski demikian, tantangan ke depan tetap terbuka, terutama menjaga kesinambungan pembangunan serta memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga. (*)

(Edit/Agsel)