1000215516

Invasi Viking di Miami, Bisakah Haaland Menjadi Ivar The Boneless?

Redaksi
Ilustrasi Inggris Vs Norwegia. (gambar: Selusurnews)
Ilustrasi Inggris Vs Norwegia. (gambar: Selusurnews)

Review Perempat Final World Cup 2026: Inggris Vs Norwegia

Ivar The Boneless memimpin ratusan prajurit Viking saat mendarat di East Anglia pada 865 M. Sekejap pesisir Britania itu dipenuhi puluhan Drakkar, Skeid dan Snekkja, kapal-kapal perang multi ukuran dengan haluan berbentuk kepala naga.

Kehadiran Putra Raja Utara Ragnar Lodbrok itu menjadi invasi awal bangsa Viking di Inggris. Ivar bersama saudaranya Ubba dan Halfdan tidak sekadar ‘tabrak lari’; Mereka berniat merebut setiap benteng dan menetap. Dalam satu serangan mereka berhasil mengalahkan raja-raja Anglo-Saxon di Northumbria dan East Anglia, menjadikannya invasi teritori pertama yang sukses dalam sejarah Viking di Inggris.

Serangan kedua bangsa Viking ke tanah Britania dilakukan Raja Sweyn Forkbeard pada 1013. Lagi-lagi ratusan prajurit Viking yang gagah berani mendayung longship-nya menantang badai dan menggulingkan Raja Anglo-Saxon Aelthered The Unready. Kisah invasi kedua inilah yang melahirkan kepemimpinan Knut Agung (Cnut The Great), putra Sweyn, sebagai raja Viking yang pernah menguasai Britania dalam waktu yang cukup lama.

Bentrokan ksatria Inggris dan pejuang Viking bakal tersaji lagi di masa kekinian, kali ini di atas rumput hijau Hard Rock Stadium Miami dalam partai hidup mati perempat final Piala Dunia 2026, Minggu 12 Juli pukul 05.00 Wita. Siapa yang keluar hidup-hidup dari palagan ini berhak mengisi spot semifinalis.

Garis paling depan pejuang Viking memiliki penyerang buas bernama Erling Braut Halland; lelaki pirang, jangkung dan sering bertingkah random ini punya impian besar memulangkan skuad Inggris ke tanah air mereka. Tetapi kalau mengukur isi benak Haaland, dia adalah anak yang mengingat bagaimana tackle super brutal Roy Keane telah mengakhiri karier ayahnya Alfie Haaland dalam derby Manchester yang tak terlupakan pada 2001.

Keane memang bukan punggawa Inggris. Kapten Manchester United itu adalah gelandang yang bermain untuk Timnas Irlandia. Tapi bagi pejuang Viking semacam Haaland; Inggris, Irlandia, Wales atau Skotlandia itu sama saja. Mereka adalah Anglo-Saxon yang pernah digulingkan pada masa lalu.

Adu Fisik Ala Viking

Sekarang lihatlah Solkbakken. Pelatih Norwegia itu sadar persis tidak memiliki kedalaman skuad seperti Prancis ataupun Inggris. Karena itu dalam 5 laga terakhir Piala Dunia yang berakhir dengan 4 kemenangan, Solkbakken menciptakan perang asimetris. Dia mendorong lawan keluar dari zona nyaman dan memaksa adu fisik untuk menggetarkan psikologis dan emosi pemain-pemain elit yang dihadapi Haaland cs.

Saat kehilangan bola, Norwegia tidak gegabah melakukan high-press yang bisa meninggalkan celah di lini belakang. Solbakken malah mengalirkan instruksi timnya untuk bertahan dalam skema formasi yang sangat dinamis; dari 4-3-3 ke 4-5-1 atau 4-4-2. Penguasaan lapangan tengah akan memaksa lawan hanya bisa mengalirkan bola ke area sayap saja. Di situlah gelandang pekerja macam Patrick Berg dan Sander Berge akan menyandera lawan supaya sulit mengirim umpan tarik.

Martin Ødegaard yang baru mengangkat trofi Premiership bersama Arsenal berfungsi sebagai pusat gravitasi kreatif. Ia sering turun sangat dalam mendekati Kristoffer Ajer dan Torbjørn Heggem saat build-up untuk memberikan keunggulan 1 bek tengah bayangan. Ini memberikan dilema bagi lawan: jika lawan membiarkannya, Ødegaard akan mendikte tempo; jika lawan menjaga ketat, ruang terbuka lebar di lini tengah untuk dieksploitasi oleh rekan-rekannya.

Satu lagi taktik jenius Solkbakken adalah membuat Norwegia tidak ragu mem-bypass lini tengah. Bek tengah melepaskan umpan diagonal panjang yang sangat akurat, seringkali menuntaskan pergerakan dari pertahanan hingga ke sepertiga akhir lawan hanya dalam 2-3 sentuhan. Lantas siapa yang dituju? Tentu saja Haaland.

Ditopang Antonio Nusa, Oscar Bobb atau Jørgen Strand Larsen yang sering lari vertikal agresif ke area kosong yang ditinggalkan pertahanan lawan, Haaland adalah mesin penuntas serangan. Peran Haaland di sistem Solbakken tidak hanya mencetak gol, juga menggunakan superioritas fisiknya untuk menahan bola. Dan hasilnya, dia bisa membukukan 7 gol dan peluang bertambah dinihari nanti.

Kontrol Terukur

Thomas Tuchel yang menukangi Inggris sudah terbiasa beradu strategi dengan pelatih-pelatih papan atas. Dan Inggris saat ini dibuatnya tidak lagi dengan gaya daratan yang mengandalkan umpan-umpan panjang vertikal dan berlari cepat mengejar bola, tetapi dengan kontrol terukur yang dimulai dari barisan belakang. Sayap-sayap yang diwakili Bukayo Saka, Noni Madueke maupun Rashford dan Anthony Gordon memang masih memainkan pola serangan cepat terukur, tetapi build up serangan lebih diutamakan dengan penyambung belakang ke tengah dilakoni Declan Rice.

Kemudian dalam fase menyerang itu, sosok Jude Bellingham sering bergerak ke half-space atau ruang antara bek sayap dan bek tengah lawan. Ini adalah posisi paling berbahaya di era sepak bola modern di mana Bellingham memeragakan kemampuannya sebagai box to box midfielder dan kemudian berubah ala-ala trequertista.

Kemampuannya untuk melakukan sprint ‘terlambat’ke dalam kotak penalti membuat bek lawan harus memilih: tetap di posisi atau mengawal pergerakan Bellingham. Jika mereka mengikutinya, Harry Keane akan mendapatkan ruang.

Lelaki Inggris yang disebut terakhir ini adalah andalan lini depan dalam 2 kali edisi Piala Dunia. Total Kane sudah menyarangkan 6 gol dan masih membuka harapan untuk menjadi top skor tahun ini.

Namun Inggris harus berhati-hati. Dari sisi taktis, laga ini akan menjadi duel antara kedisiplinan Inggris dalam penguasaan bola melawan presisi Norwegia untuk menghukum kesalahan lawan. Bagi Inggris, kunci kemenangan pada kualitas mereka bertahan agar tidak termakan jebakan serangan balik yang telah disiapkan Stålle Solbakke dan alih-alih memasrahkan Haaland menjadi seperti pendahulunya, Ivar The Boneless. (**)

Editor: Ady Putong

Timnas Inggris (Prakiraan Formasi 4-2-3-1)

Kiper: Jordan Pickford

Bek: Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly

Gelandang Tengah: Elliot Anderson, Declan Rice

Gelandang Serang/Sayap: Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon

Penyerang: Harry Kane (Kapten)

Timnas Norwegia (Prakiraan Formasi 4-2-3-1)

Kiper: Ørjan Nyland

Bek: Marcus Holmgren Pedersen, Leo Østigård, Kristoffer Ajer, David Møller Wolfe

Gelandang Bertahan: Sander Berge, Morten Thorsby

Gelandang Serang: Oscar Bobb, Martin Ødegaard (Kapten), Antonio Nusa

Penyerang: Erling Haaland

Informasi Pertandingan

Laga: Norwegia vs Inggris (Perempat Final Piala Dunia 2026)

Tanggal & Waktu: Minggu, 12 Juli 2026, 05.00 Wita

Waktu Lokal: Sabtu, 11 Juli 2026, 17.00 EST

Lokasi: Hard Rock Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat