Selusurnews.com – Seluruh pasien di RSUD Liun Kendage Tahuna dievakuasi menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,8 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 19.40 Wita.
Proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur tanggap darurat rumah sakit untuk memastikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung.
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, Polideng Dalawir, mengatakan pihaknya langsung menjalankan skenario evakuasi begitu guncangan gempa dirasakan.
“Kami tetap sesuai skenario evakuasi. Pasien kami bawa keluar. Sekarang situasi sudah kondusif, tetapi kami masih menahan pasien di koridor untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan,” kata Polideng.
Ia memastikan seluruh pasien dalam kondisi tertangani dengan baik. Menurutnya, koordinasi juga telah dilakukan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal.
“Untuk kondisi pasien sekarang sudah tertangani. Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda. Kami mengutamakan keselamatan pasien dan bersyukur semuanya masih dalam keadaan aman,” ujarnya.
Meski kondisi mulai kondusif, pihak rumah sakit belum mengembalikan pasien ke ruang perawatan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kewaspadaan apabila terjadi gempa susulan.
“Saat ini pasien belum kami kembalikan ke kamar. Para tenaga kesehatan tetap berjaga dan terus memantau kondisi pasien agar tetap terlayani dengan baik. Kami masih bertahan di koridor sambil menunggu situasi benar-benar aman,” ujar Polideng.
Sebelumnya, gempa berkekuatan Magnitudo 6,8 terjadi pada pukul 19.40 Wita dengan pusat gempa berada di laut sekitar 196 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah dan menyebabkan kepanikan warga, termasuk di lingkungan RSUD Liun Kendage Tahuna. (*)
(Editor: Lekra’s)








Tidak ada Respon