1000215516

HUT ke-81 RI, Welly Titah Ajak Warga Binaan Lapas Lirung Buka Lembaran Baru

Redaksi
Bupati Talaud Welly Titah menyerahkan remisi kepada warga binaan Lapas Lirung saat HUT RI. (Foto: Ist)
Bupati Talaud Welly Titah menyerahkan remisi kepada warga binaan Lapas Lirung saat HUT RI. (Foto: Ist)

Selusurnews.com — Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah bersama Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri pemberian remisi umum bagi narapidana dan pengurangan masa pidana bagi anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lirung, Senin (17/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara turut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Lirung dan masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Dalam sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang dibacakan pada acara tersebut, pemberian remisi dan pengurangan masa pidana disebut sebagai implementasi nyata prinsip negara hukum yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Remisi juga merupakan bentuk penghargaan negara atas keberhasilan proses pembinaan yang telah dijalani para warga binaan selama berada di lembaga pemasyarakatan.

Pada 2026, pemerintah memberikan remisi umum kepada 173.706 narapidana serta pengurangan masa pidana umum kepada 1.085 anak binaan di seluruh Indonesia.

Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang memperoleh remisi maupun pengurangan masa pidana.

Menurut Welly, remisi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki kehidupan setelah menjalani proses pembinaan.

“Hari ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh negara kepada saudara-saudara untuk membuka lembaran baru. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Welly.

Ia meminta warga binaan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan perubahan nyata kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Welly juga berpesan agar mereka menjadi warga negara yang taat hukum, bekerja dengan jujur, menghormati sesama, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Teruslah membangun cita-cita, menghormati orang tua, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia. Karena masa depan bangsa ada di tangan kalian,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas pemberian remisi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia mengatakan remisi tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya bersama warga binaan lainnya untuk terus menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Pemberian remisi diharapkan tidak hanya menjadi pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi titik balik bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, kembali kepada keluarga, serta menjalani kehidupan yang lebih baik dan taat hukum.

(Fernando Loronusa)