Selusurnews.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memperluas akses energi listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Terbaru, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meresmikan operasional listrik 24 jam di Kampung Beeng Laut dan Kampung Bebalang, Kamis (13/8/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pelayanan dasar, khususnya bagi masyarakat yang selama ini masih menerima pasokan listrik secara terbatas.
Kegiatan peresmian turut diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengatakan, beroperasinya listrik selama 24 jam di Beeng Laut dan Bebalang bukan sekadar memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik 24 jam bukan sekadar penerangan. Ini merupakan bagian penting dari pelayanan dasar yang dapat mendukung pendidikan, kesehatan, pemerintahan, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Michael.
Menurut dia, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN untuk memperluas layanan listrik 24 jam ke kampung-kampung lain yang masih mengalami keterbatasan pasokan.
“Yang kita harapkan adalah masyarakat di wilayah kepulauan bisa mendapatkan pelayanan dasar yang setara. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN untuk mencari solusi terhadap wilayah yang masih terbatas pasokan listriknya,” ujarnya.
Saat ini, Pemkab Sangihe mencatat masih terdapat sejumlah wilayah yang memperoleh pasokan listrik sekitar 6 hingga 12 jam per hari. Kondisi geografis kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan infrastruktur kelistrikan.
Pemkab Sangihe mencatat terdapat delapan kampung yang menjadi perhatian dalam upaya peningkatan layanan listrik menjadi 24 jam.
Kedelapan kampung tersebut yakni Kampung Bukide, Bukide Timur, Kalama, Mahengetang, Para Salingkere, Kawaluso, Kawio, dan Matutuang.
Peningkatan layanan di delapan kampung tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, kemampuan teknis, serta dukungan PLN.
“Delapan kampung ini menjadi perhatian kita. Tentu pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus melihat kesiapan infrastruktur dan kondisi masing-masing wilayah. Namun, kami akan terus mengupayakan agar layanan listrik 24 jam dapat diperluas secara bertahap,” kata Michael.
Pemkab Sangihe juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN atas sinergi yang dibangun dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan.
Bagi masyarakat, beroperasinya listrik selama 24 jam diharapkan memberikan dampak langsung terhadap berbagai aktivitas. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, pelayanan pemerintahan dan kesehatan dapat berjalan lebih optimal, sementara masyarakat memiliki peluang lebih besar mengembangkan aktivitas ekonomi.
Pemerintah daerah menilai ketersediaan listrik 24 jam tidak hanya menyangkut penerangan, tetapi menjadi salah satu fondasi pembangunan yang berkaitan dengan pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Sangihe menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN agar perluasan layanan listrik 24 jam dapat dilakukan secara bertahap di wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan.
(Editor: Lekra’s)








Tidak ada Respon