Selusurnews.com — Respons cepat seorang pemuda asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, Zeth Legesang, bersama sejumlah warga berhasil membantu seorang pria yang sedang mengalami krisis di kawasan Flyover 2 Interchange Manado By Pass, Kamis (13/8/2026) siang.
Peristiwa tersebut bermula ketika Zeth melintas di kawasan itu dan melihat sebuah sepeda motor terparkir. Ia kemudian melihat seorang pria berada di sisi jembatan. Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, Zeth meminta temannya untuk kembali ke lokasi.
“Tadi siang pas lewat Interchange Manado By Pass, saya melihat motor terparkir dan ada orang berdiri di samping jembatan. Spontan saya bilang kepada teman, balik lagi, ada orang yang mau melompat dari jembatan,” kata Zeth.
Setibanya kembali di lokasi, Zeth mendapati tiga orang lainnya juga bergerak mendekati pria tersebut. Mereka kemudian bersama-sama berusaha menenangkan dan mengajak pria itu meninggalkan lokasi.
Awalnya, pria tersebut belum bersedia menceritakan persoalan yang sedang dihadapinya. Namun, setelah diajak berbicara secara perlahan, pria itu menangis dan mengungkapkan bahwa dirinya sedang menghadapi masalah berat.
Zeth bersama tiga orang lainnya kemudian tetap mendampinginya selama hampir satu jam. Mereka berusaha memberikan dukungan dan membujuk pria tersebut agar bersedia pergi dari lokasi serta mendapatkan pendampingan dari orang-orang terdekat.
Upaya itu akhirnya berhasil. Seorang teman kerja pria tersebut datang menjemput dan membawanya ke rumah di sekitar kawasan Maumbi. Zeth ikut mendampingi perjalanan tersebut untuk memastikan pria itu sampai dalam kondisi aman.
“Di sepanjang jalan dia menangis,” ujar Zeth.
Sesampainya di rumah, keluarga pria tersebut kemudian dihubungi. Zeth meminta ibu pria itu segera datang untuk mendampingi anaknya.
“Kita langsung bilang, Ibu datang jemput. Kasihan, ibu punya anak ini perlu sekali ibu sekarang,” tutur Zeth.
Kakak perempuan pria tersebut juga kemudian menghubungi adiknya melalui telepon dan berusaha mengetahui kondisinya. Percakapan itu membuat pria tersebut kembali menangis ketika menceritakan bahwa dirinya sedang menghadapi persoalan yang sulit.
Zeth mengatakan dirinya bersyukur dapat bersama warga lainnya memberikan pertolongan pada saat yang tepat. Menurut dia, kehadiran orang-orang terdekat sangat penting ketika seseorang sedang menghadapi persoalan berat.
Setelah memastikan keluarga telah datang dan pria tersebut berada dalam pendampingan, Zeth kemudian meninggalkan rumah tersebut.
Minta Penghalang Jembatan Diperkuat
Pengalaman tersebut mendorong Zeth meminta pemerintah memperhatikan aspek keselamatan di kawasan Flyover 2 Interchange Manado By Pass.
Ia berharap penghalang di sisi jembatan dapat ditambah atau diperkuat sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kejadian serupa dan meningkatkan keselamatan pengguna kawasan tersebut.
“Tolong bagi pemerintah, tambahkan lagi penghalangnya supaya tidak ada ruang bagi orang untuk melakukan hal seperti itu,” ujar Zeth.
Zeth juga mengingatkan pentingnya kepedulian keluarga terhadap anggota keluarga yang sedang menghadapi persoalan. Menurut dia, seseorang yang sedang mengalami masalah berat membutuhkan dukungan dan kehadiran orang-orang terdekat agar tidak merasa menghadapi persoalannya seorang diri.
“Keluarga terdekat harus saling mendukung saat yang lain dalam masalah, supaya tidak melakukan hal yang salah,” katanya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian warga, respons cepat, serta dukungan keluarga dapat berperan penting dalam membantu seseorang yang sedang berada dalam kondisi krisis. Pendampingan dari orang-orang terdekat juga perlu dilanjutkan setelah seseorang berhasil meninggalkan situasi yang membahayakan dirinya.
(Editor: Lekra’s)








Tidak ada Respon