1000215516

Ekuador Bangkit, Tumbangkan Jerman 2-1 dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Redaksi
Gol kedua kemenangan Ekuador atas Jerman ke fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
Gol kedua kemenangan Ekuador atas Jerman ke fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Selusurnews.com – Timnas Ekuador menciptakan kejutan besar di laga terakhir Grup E Piala Dunia FIFA 2026. Sempat tertinggal lebih dulu, La Tri bangkit dan mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Jumat (26/6/2026).

Kemenangan ini memastikan Ekuador melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sementara Jerman tetap finis sebagai juara Grup E meski menelan kekalahan pertama mereka di turnamen ini. 

Jerman langsung menggebrak sejak peluit awal dibunyikan. Baru dua menit pertandingan berjalan, Leroy Sané sukses membawa Der Panzer unggul 1-0 usai memanfaatkan serangan cepat yang membelah pertahanan Ekuador.

Gol tersebut sempat memicu kontroversi. Para pemain Ekuador memprotes karena menganggap Aleksandar Pavlović melakukan pelanggaran terhadap Pedro Vite dalam proses terciptanya gol. Namun setelah dilakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit tetap mengesahkan gol Sané. 

Tak ingin larut dalam tekanan, Ekuador langsung merespons. Pada menit kesembilan, Nilson Angulo memanfaatkan kelengahan lini tengah Jerman sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Manuel Neuer. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol cepat tersebut membangkitkan kepercayaan diri Ekuador. Tim asuhan Sebastián Beccacece tampil lebih agresif, mendominasi duel-duel lini tengah melalui Moisés Caicedo dan Pedro Vite, sementara Jerman lebih banyak mengandalkan serangan balik yang dipimpin Sané dan Jamal Musiala. 

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Jerman sempat memperoleh hadiah penalti setelah salah satu pemainnya dijatuhkan di kotak terlarang.

Namun, setelah kembali meninjau tayangan VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut karena lebih dahulu terjadi pelanggaran Sané terhadap Gonzalo Plata dalam proses serangan. Keputusan itu membuat skor tetap imbang dan pertandingan kembali berlangsung sengit.

Gol yang ditunggu publik Ekuador akhirnya lahir pada menit ke-77. Berawal dari sepak pojok yang dikirim Pedro Vite, bola sempat gagal diamankan dengan sempurna oleh Manuel Neuer. Gonzalo Plata yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola liar menjadi gol sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1. 

Setelah unggul, Ekuador memilih bermain lebih disiplin. Jerman meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyeimbang, tetapi pertahanan La Tri tampil solid hingga mampu menggagalkan seluruh peluang yang diciptakan lawannya.

Wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit. Meski terus ditekan hingga detik-detik akhir, Ekuador berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 sampai peluit panjang dibunyikan. 

Kemenangan ini menjadi salah satu hasil paling bersejarah bagi Ekuador. Selain mengakhiri dominasi Jerman dalam pertemuan kedua tim di ajang Piala Dunia, hasil tersebut juga membawa La Tri kembali menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2006. Di sisi lain, kekalahan ini memutus rekor 11 kemenangan beruntun Jerman, meski mereka tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai pemuncak Grup E.

(Editor: Lekra’s)