1000215516

Messi Belum Selesai: Rekor Terbesar Piala Dunia Dipegang Klose Kini Jadi Miliknya

Redaksi
Lionel Messi. (Foto: Ist)
Lionel Messi. (Foto: Ist)

Selusurnews.com — Kemenangan Argentina atas Austria dengan skor 2-0 pada Selasa (23/6/2026) bukan sekadar memastikan tiket ke babak gugur Piala Dunia FIFA 2026. Laga di Stadion Dallas, Arlington, itu juga menjadi panggung lahirnya salah satu rekor terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Dua gol yang dicetak Lionel Messi pada menit ke-38 dan 90+5 tidak hanya mengantarkan Albiceleste meraih kemenangan kedua di Grup J, tetapi juga mengukuhkan sang kapten sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui rekor yang selama ini dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose.

Sebelum turnamen dimulai, Messi mengoleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia. Jumlah itu masih terpaut tiga gol dari catatan Klose yang mengemas 16 gol dalam empat edisi Piala Dunia bersama Jerman.

Namun, Piala Dunia 2026 menjadi panggung baru bagi pemain yang telah memenangkan hampir seluruh trofi bergengsi dalam kariernya tersebut. Hattrick ke gawang Aljazair pada laga pembuka membuat koleksi golnya naik menjadi 16, menyamai rekor Klose. Dua gol ke gawang Austria kemudian mengangkat total gol Messi menjadi 18, menjadikannya pemegang rekor baru.

Yang membuat pencapaian ini semakin luar biasa adalah konteks sejarah di baliknya.

Klose membutuhkan empat edisi Piala Dunia, mulai 2002 hingga 2014, untuk mencetak 16 gol. Penyerang Jerman itu dikenal sebagai predator kotak penalti yang sangat konsisten dan membawa negaranya menjadi juara dunia pada 2014.

Sementara itu, Messi membangun rekornya dengan cara yang berbeda. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kreator serangan, pengatur tempo permainan, sekaligus pemimpin tim di lapangan. Dalam perjalanan karier Piala Dunianya, Messi telah mencatatkan gol, assist, dan penampilan yang menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah turnamen.

Jika dibandingkan dengan legenda Brasil, Ronaldo Nazário, pencapaian Messi juga memiliki dimensi tersendiri. Ronaldo mencetak 15 gol dan menjadi ikon Piala Dunia 2002. Namun, Messi kini melampaui catatan tersebut dengan 18 gol, sekaligus melengkapinya dengan gelar juara dunia yang diraih bersama Argentina pada 2022.

Perbandingan lain muncul dengan Gerd Müller. Legenda Jerman Barat itu mencetak 14 gol hanya dalam dua edisi Piala Dunia dan selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu striker paling mematikan dalam sejarah. Namun, catatan tersebut kini berada jauh di bawah rekor baru yang ditorehkan Messi.

Bahkan jika dibandingkan dengan Just Fontaine, pemegang rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia dengan 13 gol pada 1958, Messi tetap memiliki keunggulan dalam hal konsistensi lintas generasi. Fontaine menciptakan rekor luar biasa dalam satu turnamen, tetapi Messi mempertahankan performa elite selama lebih dari dua dekade.

Yang paling mencengangkan adalah usia Messi saat memecahkan rekor tersebut. Pada usia 39 tahun, sebagian besar pemain telah lama pensiun atau bermain di kompetisi dengan intensitas lebih rendah. Namun, Messi masih menjadi pemain paling menentukan bagi juara dunia.

Fakta lainnya, seluruh gol Argentina di Grup J sejauh ini berasal dari kaki Messi. Hattrick ke gawang Aljazair dan brace melawan Austria membuat Argentina mencetak lima gol, semuanya diborong sang kapten.

Kontribusi tersebut mengingatkan publik pada pengaruh Diego Maradona di Piala Dunia 1986. Bedanya, Maradona dikenang karena kreativitas dan kepemimpinannya dalam membawa Argentina juara, sementara Messi kini melengkapinya dengan dominasi statistik yang belum pernah dicapai pemain Argentina lainnya.

Kemenangan atas Austria juga memperlihatkan bahwa Argentina tidak hanya bergantung pada ketajaman lini depan. Dalam dua pertandingan pertama, tim asuhan Lionel Scaloni mencetak lima gol tanpa kebobolan. Kombinasi lini pertahanan yang solid dan efektivitas serangan menjadikan Albiceleste sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Bagi Austria, kekalahan ini memang menyulitkan langkah mereka di Grup J. Namun, bagi dunia sepak bola, pertandingan tersebut akan dikenang sebagai malam ketika sebuah rekor bersejarah runtuh.

Selama lebih dari satu dekade, nama Miroslav Klose berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia. Kini, posisi itu telah berganti tangan.

Dan seperti banyak kisah besar dalam sepak bola modern, nama yang menorehkan sejarah itu adalah Lionel Messi.

(Editor: Lekra’s)