Gempa M 7,7 di Sangihe Rusak 24 Rumah, Gereja, Masjid, dan Sekolah di Kampung Matutuang

Redaksi
Salah satu bangunan yang rusak di Kampung Matutuang. (Foto: Ist)
Salah satu bangunan yang rusak di Kampung Matutuang. (Foto: Ist)
A-AA+A++

Selusurnews.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan di Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kampung yang berada di wilayah terluar Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina itu menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat guncangan gempa yang berpusat di laut barat laut Kepulauan Sangihe.

Sekretaris Kampung Matutuang, Reksan Salur, mengatakan pemerintah kampung masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa. Namun, laporan sementara yang diterima hingga pukul 07.35 Wita mencatat sedikitnya 24 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

“Beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, bangunan sekolah dan rumah ibadah juga terdampak akibat gempa,” kata Reksan Salur dalam laporan awal kepada pemerintah daerah, Senin.

Berdasarkan data sementara, sebanyak delapan rumah warga mengalami kerusakan berat. Kerusakan berat juga terjadi pada satu rumah ibadah, yakni Gereja GMIST, serta pagar kantor kampung.

Sementara itu, empat rumah warga mengalami kerusakan sedang. Selain itu, Gereja GPSDI Alfa Omega dan Masjid Al-Hijrah turut mengalami kerusakan. Fasilitas umum lainnya yang terdampak meliputi tiga ruangan mess aparatur kampung, tiga ruangan perpustakaan SMP Negeri 6 Satu Atap Matutuang, serta ruang guru sekolah tersebut.

Untuk kategori kerusakan ringan, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Ruang guru SD Negeri Matutuang juga terdampak akibat kuatnya guncangan gempa.

Meski menyebabkan kerusakan pada rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan, hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka.

“Puji Tuhan tidak ada korban jiwa,” ujar Reksan.

Pemerintah kampung bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan secara menyeluruh serta kebutuhan penanganan bagi warga terdampak.

Sebelumnya, gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Sulawesi Utara sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun setelah dilakukan pemantauan dan analisis oleh otoritas terkait, peringatan dini tsunami tersebut kemudian dicabut.

Data Sementara Kerusakan di Kampung Matutuang

Rusak berat: 8 rumah warga, 1 Gereja GMIST, dan pagar kantor kampung.

Rusak sedang: 4 rumah warga, Gereja GPSDI Alfa Omega, Masjid Al-Hijrah, 3 ruangan mess aparatur kampung, 3 ruangan perpustakaan SMP Negeri 6 Satap Matutuang, dan ruang guru SMP.

Rusak ringan: 12 rumah warga dan ruang guru SD Negeri Matutuang.

Korban jiwa: Nihil.

(Rensa)