BPS Sebut Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Sangihe Sangat Luar Biasa

Redaksi
Bupati Michael Thungari menyampaikan sambutan dalam peluncuran desa statistik di Kecamatan Tamako. (Foto: SNews)
Bupati Michael Thungari menyampaikan sambutan dalam peluncuran desa statistik di Kecamatan Tamako. (Foto: SNews)
A-AA+A++

Sangihe – Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah kepulauan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai menuai hasil nyata. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem di daerah ini, sebuah capaian yang dinilai sebagai buah dari kerja bersama pemerintah daerah, pelayanan publik yang semakin baik, serta kolaborasi lintas sektor.

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data resmi BPS RI tahun 2025, Sangihe berhasil masuk tiga besar daerah dengan penurunan kemiskinan ekstrem terbaik.

Hal itu disampaikan dalam pencanangan program Badan Pusat Statistik melalui program Desa Cinta Statistik di Kampung Pokol, Rabu (6/5/2026).

“Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, penurunan kemiskinan ekstrem ini sangat luar biasa, dari 3,19 persen menjadi 1,79 persen, atau turun sekitar 1,39 persen,” ujarnya.

Menurut Eko, capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembangunan sosial di Sangihe mulai bergerak ke arah yang positif. Ia menilai, perbaikan layanan dasar dan semakin baiknya pengelolaan data pembangunan turut membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran.

“Ini menjadi luar biasa karena saya memiliki tanggung jawab menghasilkan data yang berkualitas. Harapannya ini menjadi indikasi yang bagus dan saya optimis kita bisa menurunkan angka kemiskinan di tahun 2026,” katanya.

Tak hanya itu, kondisi ekonomi daerah juga dinilai cukup menggembirakan. Berdasarkan rilis BPS Provinsi Sulawesi Utara, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe secara year on year mencapai 5,61 persen dan berada di atas rata-rata provinsi.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi pemerintah daerah bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

“Paling tidak ini adalah keberhasilan kita semua, bukan hanya pemerintah tetapi seluruh stakeholder di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai program pelayanan publik yang terus diperkuat pemerintah daerah mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap berjalan menjadi faktor penting dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

Meski demikian, Michael mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin cepat berpuas diri. Upaya pengentasan kemiskinan akan terus diperkuat agar penurunannya berlangsung konsisten setiap tahun.

“Penurunan ini sudah signifikan, tetapi kita masih harus memantau pergerakannya. Kalau setiap tahun turun 40 persen, seharusnya dalam tiga tahun ke depan kemiskinan ekstrem bisa nol,” katanya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal daerah. Bupati memastikan tata kelola anggaran tetap berjalan terencana, termasuk menjaga pembayaran gaji dan keberlangsungan program pelayanan masyarakat.

Capaian ini pun mulai mendapat perhatian publik sebagai sinyal positif bahwa pembangunan di wilayah perbatasan seperti Sangihe terus bergerak maju dengan pendekatan yang lebih terukur dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (*)