Sitaro — Duka akibat bencana masih membekas di Kelurahan Akesimbeka, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Namun, di tengah suasana pilu itu, secercah harapan hadir melalui kepedulian pemerintah terhadap salah satu korban terdampak, Dea Pianaung.
Pada Senin (13/4/2026), Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengunjungi langsung kediaman sederhana tempat Dea kini tinggal. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk empati dan perhatian mendalam terhadap warganya yang tengah berduka.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta untuk biaya pendidikan Dea. Bantuan tersebut berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait.
Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Maruarar ke Pulau Siau pada Jumat (10/4/2026), di sela kegiatan penyerahan 1.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Dea Pianaung adalah seorang anak yang menjadi salah satu korban terdampak paling berat akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Januari 2026. Dalam peristiwa itu, ia kehilangan kedua orang tua serta kakak kandungnya.
Kehadiran Bupati di rumah Dea berlangsung sederhana namun penuh makna. Tanpa seremoni berlebihan, bantuan diserahkan secara langsung sebagai bentuk kepedulian nyata dari pemerintah.
“Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penopang bagi Dea untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Kalangit dalam kesempatan tersebut.
Langkah yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat ini menjadi simbol bahwa negara tidak abai terhadap warganya yang mengalami musibah. Bantuan pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan korban bencana tetap memiliki kesempatan meraih kehidupan yang lebih baik.
Bupati Kalangit pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Dea, tidak hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga perhatian dan dukungan moral.
Di tengah kehilangan yang begitu besar, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa Dea tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang terulur, memastikan langkahnya ke depan tetap terjaga.
Kehadiran pemerintah, dalam momen seperti ini, menjadi lebih dari sekadar kebijakan—melainkan wujud nyata keberpihakan kepada rakyat. (*)







Tidak ada Respon