Kantor berita Iran, Tasnim News Agency dan Fars News Agency, mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab maupun kronologi kematiannya.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas nasional selama tujuh hari menyusul wafatnya pemimpin yang telah memegang otoritas tertinggi di negara itu sejak 1989 tersebut.
Sebelumnya, laporan The New York Times menyebut citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks Beit-e Rahbari hancur total setelah serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Kompleks Beit-e Rahbari selama ini dikenal bukan hanya sebagai kediaman resmi pemimpin tertinggi Iran, tetapi juga sebagai lokasi strategis untuk menerima pejabat tinggi negara dan tokoh politik penting di Teheran.
Berdasarkan citra udara tersebut, struktur bangunan yang menjadi tempat tinggal langsung Khamenei beserta perimeter keamanannya terlihat rata dengan tanah. Para analis menilai pola kawah dan dampak ledakan di lokasi itu konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker atau bunker-buster, yakni senjata yang dirancang untuk menembus lapisan beton tebal guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat. (*)







Tidak ada Respon