Selusurnews.com – Aktivitas kapal perintis di Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, untuk sementara dialihkan ke Pelabuhan Peta. Pengalihan dilakukan seiring dengan kegiatan operasional kapal Tol Laut dan rehabilitasi fasilitas dermaga di Pelabuhan Tahuna.
Koordinator Social Media Response Team (SMRT), Meifrid Palenewen, mengatakan pengalihan tersebut berlaku bagi kapal perintis yang melayani rute 37, 38, dan 39.
Sementara itu, kapal yang melayani rute Tahuna-Manado dan Manado-Tahuna tetap beroperasi di Pelabuhan Tahuna.
“Pengalihan sementara ke Pelabuhan Peta diberlakukan khusus untuk seluruh kapal perintis yang melayani rute 37, 38, dan 39. Adapun kapal pada rute Tahuna-Manado maupun Manado-Tahuna tetap beraktivitas di Pelabuhan Tahuna sampai seluruh kegiatan kapal Tol Laut selesai,” kata Meifrid saat ditemui, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, setelah kapal Tol Laut menyelesaikan aktivitas dan bertolak dari pelabuhan, operasional akan kembali menyesuaikan dengan kondisi pekerjaan rehabilitasi dermaga.
Dermaga 1 juga akan difungsikan secara situasional untuk mendukung kelanjutan pekerjaan pembangunan Dermaga 2.
Percepatan pembangunan Dermaga 2 menjadi salah satu perhatian pengelola pelabuhan menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penyelesaian pembangunan dermaga tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pelayanan penumpang dan barang ketika terjadi lonjakan arus transportasi laut.
Menurut Meifrid, pihak pengelola terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi serta sejumlah pemangku kepentingan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas pelayaran selama periode Nataru.
Pengelola juga membuka kemungkinan penambahan frekuensi kunjungan kapal apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang maupun volume barang secara signifikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan transportasi laut tetap berjalan dengan baik. Jika terjadi lonjakan penumpang maupun barang, penambahan frekuensi kunjungan kapal pada rute Manado-Tahuna maupun Tahuna-Manado akan diupayakan,” ujarnya.
Terkait rencana kembali beroperasinya kapal cepat Express Bahari di Pelabuhan Tahuna, Meifrid memastikan kondisi dermaga masih memungkinkan untuk melayani kapal tersebut.
Ia menyebutkan, ukuran dan panjang kapal Express Bahari masih sesuai dengan kapasitas area sandar yang tersedia, termasuk di Dermaga Peta maupun bagian dalam dermaga Tol Laut.
“Kami mendukung dan menyambut positif kembali beroperasinya Express Bahari. Kehadiran kapal ini dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat. Dari sisi ukuran dan panjang kapal, masih memungkinkan untuk dilayani di area dermaga yang tersedia,” kata Meifrid.
Menurut dia, pengoperasian Express Bahari diharapkan tidak mengganggu aktivitas kapal lain maupun mengurangi kapasitas pelayanan dermaga.
Selain pembenahan fasilitas dermaga, pengelola Pelabuhan Tahuna juga merencanakan peningkatan sistem keamanan melalui pengadaan mesin pemeriksaan X-Ray.
Meifrid mengatakan, usulan pengadaan fasilitas tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kantor pusat.
Mesin X-Ray direncanakan untuk mendukung pemeriksaan barang bawaan penumpang dan kargo, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keluar-masuk barang di lingkungan pelabuhan.
Pengadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan serta mendukung kualitas pelayanan transportasi laut di Pelabuhan Tahuna.
(Chres L)







Tidak ada Respon