BAPEKIS BRI Tahuna Gelar Pengajian Rutin, Dukung Keseimbangan Kerja dan Kehidupan

Redaksi
BAPEKIS BRI Tahuna, pengajian rutin BRI, BRI Cabang Tahuna, Dafi Qisthi, work-life balance pekerja, kegiatan keagamaan BRI. (Foto: Ist)
BAPEKIS BRI Tahuna, pengajian rutin BRI, BRI Cabang Tahuna, Dafi Qisthi, work-life balance pekerja, kegiatan keagamaan BRI. (Foto: Ist)

Selusurnews.com, — Badan Pekerja Islam (BAPEKIS) BRI Cabang Tahuna menggelar pengajian rutin di Kantor BRI Cabang Tahuna, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi pekerja Muslim untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan kerja.

Pengajian tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung work-life balance atau keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan pribadi, termasuk pemenuhan kebutuhan spiritual pekerja.

Ketua BAPEKIS BRI Cabang Tahuna, Dafi Qisthi, yang juga menjabat Pemimpin Cabang BRI Tahuna, mengatakan pengajian rutin menjadi kesempatan bagi pekerja untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.

“Menutup akhir bulan dengan pengajian menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, dan menjaga kebersamaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan nilai positif bagi para pekerja, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat, integritas, serta tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” ujar Dafi.

Selain sebagai sarana pembinaan rohani, kegiatan ini juga diharapkan mempererat hubungan kekeluargaan ant pekerja. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjaga amanah, kedisiplinan, dan tanggung jawab saat memberikan pelayanan kepada nasabah.

BRI Cabang Tahuna melalui BAPEKIS terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang memperhatikan kesejahteraan pekerja, baik dari sisi profesional maupun spiritual.

Pengajian rutin tersebut menjadi salah satu upaya membangun lingkungan kerja yang harmonis, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian pekerjaan, kebutuhan pribadi, dan kehidupan spiritual.

(Editor: Rendy)