JAKARTA — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas SE MM mengambil langkah diplomasi strategis dengan “menggedor” pemerintah pusat di Jakarta pada Rabu (3/6/2026) dan Kamis (4/6/2026).
Upaya ini dilakukan guna mempercepat penguatan serta pemerataan fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan laut nusantara yang selama ini memiliki tantangan geografis khusus. Langkah progresif pertama diwujudkan melalui audiensi tingkat tinggi bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Kesehatan RI pada Rabu secara khusus membahas intervensi anggaran dan kebijakan dari pemerintah pusat untuk sektor kesehatan di kepulauan.
Poin-poin krusial yang diangkat dalam pertemuan di Kemenkes meliputi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat dan pengembangan fasilitas fisik infrastruktur kesehatan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro juga secara formal memohon dukungan penuh pemerintah pusat terhadap optimalisasi operasional rumah sakit di daerah yang terisolasi perairan tersebut.
Sehari berselang, Kamis (4/6/2026), Plt Bupati Sitaro melanjutkan safari diplomasinya ke Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Audiensi strategis yang krusial ini diterima langsung oleh Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Bappenas, Inti Wikanustri, SKM, MPA.
Pertemuan di Bappenas tersebut difokuskan secara tajam pada sinkronisasi perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan jangka panjang. Dukungan Bappenas dinilai sangat vital dalam merancang grand design peningkatan pelayanan medis yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan wilayah kepulauan yang membutuhkan afirmasi kebijakan.
Dalam merampungkan kedua agenda penting ini, Heronimus Makainas tidak datang sendiri, didampingi jajaran pejabat teknis terbaiknya guna memastikan data riil tersampaikan akurat.
Turut hadir Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sitaro dr. Semuel E. Raule, M.Kes, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ronald Pakasi, SE, M.Si, serta Direktur RSUD Lapangan Sawang Agtneity Takasowa, SKM, MARS.
Di hadapan jajaran kementerian, Pemkab Sitaro memaparkan dengan rinci sejumlah kebutuhan strategis daerah yang mendesak untuk segera diakomodasi. Kondisi wilayah Sitaro yang didominasi oleh pulau-pulau kecil terluar menuntut pendekatan pembangunan kesehatan yang jauh berbeda dibandingkan wilayah daratan pada umumnya.
“Keterisolasian wilayah pesisir membuat mobilitas pasien gawat darurat sangat bergantung pada kondisi cuaca perairan yang fluktuatif. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas rumah sakit daerah dan pengadaan armada ambulans laut (sea ambulance) menjadi kebutuhan sangat mendesak yang membutuhkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan dari pusat,” kata Heronimus.
Melalui sinergi solid yang terbangun dari hasil audiensi di Jakarta ini, layanan rujukan utama di RSUD Lapangan Sawang dan RSUD Tagulandang diharapkan mampu dioptimalkan secara signifikan.
Pada akhirnya, peningkatan kapasitas rumah sakit daerah ini ditargetkan mampu memangkas tingginya angka rujukan laut ke Kota Manado, sekaligus menegakkan hak dasar warga kepulauan untuk mendapatkan pelayanan medis yang setara.
Merespons pemaparan komprehensif tersebut, pihak Kemenkes maupun Bappenas menyambut baik inisiatif dan komitmen tinggi Pemkab Sitaro. Pemerintah pusat secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bersinergi serta mengawal usulan daerah demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Aksi “jemput bola” pimpinan daerah ke tingkat kementerian ini langsung mendapat apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sitaro. Tokoh Pemuda Sitaro yang juga menjabat sebagai Bendahara GMIST Resort Siau Timur, Centurio Tahulending Padoma, menilai langkah kepemimpinan daerah saat ini merupakan keputusan tepat yang sudah dinantikan warga sejak lama.
“Langkah Plt Bupati melakukan jemput bola ke Kemenkes adalah angin segar bagi kami masyarakat kepulauan, karena selama ini kendala fasilitas dan pemenuhan dokter spesialis dasar masih menjadi persoalan klasik yang mengancam keselamatan pasien darurat,” ujar Centurio saat dimintai tanggapan oleh awak media, Kamis (4/6/2026).
Ia menambahkan, tantangan terbesar bagi warga di pulau-pulau satelit Sitaro adalah tingginya risiko keterlambatan penanganan medis saat cuaca buruk memutus interkoneksi laut. Ia sangat berharap komitmen pusat dapat segera direalisasikan dalam bentuk penambahan alat kesehatan mutakhir, jaminan logistik evakuasi, hingga perbaikan infrastruktur di tingkat Puskesmas.
“Upaya Pemkab Sitaro dalam memperkuat sektor kesehatan ini memang terbilang krusial mengingat beban epidemiologi daerah yang cukup kompleks. Sebagai wilayah kepulauan vulkanik aktif yang menaungi Gunung Karangetang di Siau dan Gunung Ruang di Tagulandang, faskes di Sitaro dituntut selalu siaga menghadapi ancaman kesehatan musiman,” tegas pria yang akrab disapa Rio tersebut.
Beban kompleks yang dimaksud tidak lepas dari aktivitas vulkanik berkala kedua gunung tersebut yang kerap memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.
Kondisi rawan bencana ini mengharuskan kesiapan logistik medis seperti tabung oksigen, masker pelindung spesifik, dan obat-obatan pernapasan di setiap fasilitas kesehatan selalu dalam kondisi prima.
Di samping mitigasi dampak bencana alam, pemerintah daerah juga terus berfokus pada pekerjaan rumah menekan angka prevalensi stunting (tengkes) balita serta mengatasi krisis air bersih saat kemarau panjang.
Karakteristik topografi berbatu di Pulau Siau kerap memicu krisis air yang berujung pada fluktuasi penyakit pencernaan seperti diare serta penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). (**)
Editor: Ady Putong







Tidak ada Respon