AMN Manado Jadi Cermin Persatuan, Peringatan Integrasi Papua Tekankan Peran Mahasiswa

Redaksi
Mahasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado berdiri mengikuti upacara peringatan ke-63 Hari Integrasi Papua, Jumat (1/5/2026), sebagai simbol kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman. (Foto: Ist)
Mahasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado berdiri mengikuti upacara peringatan ke-63 Hari Integrasi Papua, Jumat (1/5/2026), sebagai simbol kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman. (Foto: Ist)
A-AA+A++

Manado – Semangat persatuan dalam keberagaman tampak nyata di lingkungan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado saat peringatan ke-63 Hari Integrasi Papua, Jumat (1/5/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi kebangsaan bagi mahasiswa lintas daerah.

Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan bahwa kehidupan di AMN mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan utama dalam membangun persatuan.

“Di Asrama Mahasiswa Nusantara ini, kita melihat miniatur Indonesia yang sesungguhnya, di mana perbedaan menjadi kekuatan untuk maju bersama,” ujarnya.

Sebelum upacara, rangkaian kegiatan diawali dengan aksi gotong royong di lingkungan asrama. Rektor Unsrat bersama Alrendo Jacobus yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah AMN Manado, turut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih, penanaman tanaman rica, serta pelepasan bibit ikan di kolam asrama.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan peran strategis mahasiswa, khususnya mahasiswa asal Papua, dalam merawat nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman. Kehadiran pimpinan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap penguatan harmoni antar-etnis di ruang akademik.

Peringatan Hari Integrasi Papua di AMN Manado pun tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mempertegas komitmen generasi muda dalam menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia.

(Albert Nalang)