Sangihe – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga layanan publik selama perbaikan jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane yang dijadwalkan berlangsung 16–24 April 2026. Salah satu langkah utama adalah pemanfaatan internet satelit Starlink guna mengantisipasi potensi gangguan konektivitas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan skenario agar layanan prioritas tetap berjalan di tengah perbaikan jaringan yang diperkirakan berlangsung hingga sembilan hari.
Menurut dia, gangguan internet selama periode tersebut bersifat sementara dan terkendali. “Layanan publik tetap menjadi prioritas, termasuk sektor pendidikan dan transportasi,” ujarnya.
Pemerintah daerah, kata Lumiu, telah mengalokasikan sekitar 100 unit perangkat internet satelit untuk mendukung pelaksanaan Tes Potensi Akademik tingkat SD dan SMP. Upaya ini dilakukan agar pelaksanaan ujian tidak terdampak gangguan jaringan.
Selain itu, akses internet pada titik-titik layanan publik juga diperkuat melalui optimalisasi kapasitas oleh BAKTI Kominfo. Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, peningkatan kapasitas dilakukan pada 106 titik layanan publik, sementara di Kabupaten Kepulauan Sitaro mencakup 49 titik.
Pemerintah juga meminta seluruh pemangku kepentingan mengutamakan penggunaan jaringan untuk layanan esensial. Sejumlah kegiatan yang tidak mendesak diimbau menyesuaikan jadwal agar kapasitas jaringan yang tersedia dapat difokuskan pada kebutuhan prioritas, termasuk operasional bandara dan layanan darurat.
Di sisi lain, pemerintah menekankan pentingnya komunikasi publik yang terbuka selama proses perbaikan berlangsung. Informasi perkembangan perbaikan akan disampaikan secara berkala untuk menghindari simpang siur informasi di masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro turut mendorong peningkatan kapasitas layanan selama masa perbaikan, serta mengusulkan koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, PLN, dan Basarnas. Koordinasi ini dinilai penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Selain itu, usulan percepatan perbaikan segmen Manado–Ondongsiau juga mengemuka agar ketergantungan pada jalur Tahuna–Melonguane dapat dikurangi.
Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital saat ini masih memetakan ketersediaan jaringan cadangan dari operator. Pemetaan ini mencakup identifikasi titik “backup” guna memastikan layanan tetap berjalan selama perbaikan.
BAKTI menyatakan akan menyampaikan perkembangan perbaikan secara harian hingga jaringan kembali beroperasi normal. Pemerintah daerah berharap perbaikan ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah gangguan serupa di masa mendatang. (*)







Tidak ada Respon