Sangihe — Ratusan jemaat mengikuti prosesi jalan salib yang digelar GMIST Jemaat Betlehem Tahuna pada Rabu, (1/4/2026). Ibadah dramatik ini berlangsung dari kantor gereja hingga puncak Buas, Kelurahan Dumuhung, dengan iring-iringan jemaat berjalan dalam hening sambil membawa obor yang menyala.
Sebanyak 11 adegan ditampilkan dalam prosesi tersebut, mengisahkan perjalanan sengsara Yesus Kristus sejak doa di Taman Getsemani hingga kematian di Bukit Golgota. Lakon diperankan oleh anggota pelayanan kategorial pemuda dan remaja, di bawah arahan Apeles Manatar. Peran Yesus dibawakan oleh Serafino Aguw, sementara adegan pengkhianatan oleh Yudas Iskariot menjadi salah satu momen yang paling menyentuh.
Suasana khusyuk terasa sepanjang prosesi. Sejumlah jemaat tampak menunduk dan menitikkan air mata saat menyaksikan setiap adegan penderitaan yang ditampilkan dengan penghayatan mendalam. Nyala obor yang dibawa jemaat menambah nuansa dramatik sekaligus simbol pengharapan di tengah perenungan iman.
Apeles Manatar mengatakan, prosesi tersebut bukan sekadar pementasan, melainkan ruang perenungan bersama bagi jemaat. “Kami ingin jemaat tidak hanya menonton, tetapi ikut merasakan setiap langkah penderitaan Kristus. Anak-anak muda yang terlibat juga kami dorong untuk memahami makna pengorbanan, bahwa salib bukan hanya simbol, tetapi panggilan untuk hidup dalam kasih dan kesetiaan,” ujarnya.
Prosesi ditutup dengan refleksi rohani yang disampaikan oleh Pdt. Conny Patimbano, yang kemudian memimpin doa bersama, mengajak jemaat memaknai pengorbanan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
(Rama A)







Tidak ada Respon