1000215516

Harga Cabai di Sangihe Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp180 Ribu per Kilogram

Redaksi
Harga Cabai kembali naik di Sangihe. (Foto: Ist)
Harga Cabai kembali naik di Sangihe. (Foto: Ist)

Selusurnews.com — Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kenaikan di tengah kemarau yang berkepanjangan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit yang kini mencapai Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Treenov Touvan Ponto, mengatakan kondisi cuaca turut memengaruhi ketersediaan dan harga sejumlah komoditas di pasar, terutama rempah-rempah.

“Memang benar sejak adanya kondisi cuaca kemarau yang berkepanjangan, sebagaimana informasi yang kita dengarkan akibat dampak El Nino, ini sangat berdampak terhadap kondisi pasar, terlebih kenaikan barang kebutuhan pokok dari sektor rempah-rempah,” kata Ponto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan pemantauan kontributor pasar Dinas Perindag hingga Rabu, kenaikan paling menonjol terjadi pada komoditas cabai.

“Cabai rawit hari ini sudah di kisaran Rp150.000 sampai dengan Rp180.000, sementara untuk cabai keriting di angka Rp100.000,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran dan rempah yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Sayuran lokal seperti kangkung dan sejenisnya kini dijual sekitar Rp10 ribu per ikat. Sementara rempah-rempah mentah atau rempah campur berada di kisaran Rp10 ribu.

Adapun sayuran yang dipasok dari luar Tahuna, seperti kol dan jenis sayuran lainnya, harganya kini mendekati Rp30 ribu per kilogram.

Meski demikian, Ponto mengatakan harga sejumlah komoditas lain masih relatif stabil.

“Untuk tomat, bawang merah, bawang putih masih terbilang cukup stabil. Tapi yang meroket dan mengalami kenaikan sangat signifikan adalah cabai rawit maupun cabai keriting,” katanya.

Menyikapi kenaikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui dinas teknis melakukan sejumlah langkah antisipasi, terutama untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal.

Ponto mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan, termasuk cabai.

“Lewat koordinasi dengan dinas teknis, dalam hal ini Dinas Pertanian, dilakukan upaya bersama untuk memperkuat pangan lokal guna menjaga stabilisasi harga, khususnya di sektor pangan rempah-rempah,” katanya.

Dinas Pertanian juga telah menyerukan pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat melalui pendistribusian bibit cabai. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan cabai sekaligus mengantisipasi dampak kemarau yang berkepanjangan.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, Dinas Perindag terus berkoordinasi dengan Bulog guna memastikan ketersediaan pasokan di daerah.

Ponto memastikan stok sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, Minyakita, dan gula, masih mencukupi.

“Kalau dengan pihak Bulog, khususnya untuk pasokan barang kebutuhan pokok lainnya, baik beras, Minyakita, dan gula, stoknya masih terbilang cukup dan harganya masih bisa terjaga atau masih stabil,” pungkasnya.

(Zulfikar/Lekra’s )