Selusurnews.com – Pembangunan daerah kepulauan yang presisi dan tepat sasaran sangat bergantung pada validitas data di lapangan. Menyadari urgensi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, secara resmi menyerukan kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Agenda krusial pencatatan struktur ekonomi ini tengah berlangsung serentak secara nasional mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Di Kabupaten Sitaro, kelancaran pendataan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memetakan ulang potensi riil perekonomian daerah pasca-dinamika ekonomi global beberapa tahun terakhir.
“Saya mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus,” tegas Heronimus Makainas dalam keterangannya, merespons pelaksanaan sensus yang kini tengah berjalan intensif di lapangan, baru-baru.
Sensus Ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali ini (terakhir tahun 2016) memiliki fungsi yang sangat vital. Merujuk pada mandat pelaksanaannya, SE 2026 dirancang untuk memotret secara utuh daya saing bisnis, menyajikan struktur ekonomi non-pertanian secara mendetail, serta menghimpun karakteristik seluruh tingkat usaha mulai dari skala mikro, kecil, menengah (UMKM) hingga makro.
Bagi daerah berkarakteristik kepulauan seperti Sitaro, kelengkapan data statistik ini tidak hanya sekadar deretan angka. Hasil sensus akan menjadi basis empiris yang kuat dalam penyusunan dan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pengelolaan tata pesisir, serta pemetaan kawasan yang paling prospektif untuk suntikan investasi dan pembangunan infrastruktur baru.
“Data yang dikumpulkan akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan, pengembangan usaha, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” papar Heronimus menguraikan dampak jangka panjang dari hasil sensus tersebut.
Lebih jauh, alasan fundamental lain dilaksanakannya Sensus Ekonomi adalah untuk mengukur tingkat penyerapan tenaga kerja di masing-masing sektor industri dan perdagangan. Informasi ini krusial bagi pemerintah daerah guna merancang intervensi kebijakan—seperti program pelatihan keterampilan atau penyaluran stimulus—agar benar-benar menyasar klaster usaha yang paling membutuhkan dukungan.
Dengan rentang waktu pendataan yang masih berlangsung hingga akhir Agustus, komitmen kolaboratif antara petugas pendata dan sikap kooperatif warga menjadi kunci utama. Suksesnya SE 2026 di Kabupaten Kepulauan Sitaro diyakini akan menjadi fondasi kokoh bagi resiliensi ekonomi dan perencanaan spasial daerah selama satu dekade ke depan.
Pemerintah menjamin keterbukaan informasi dari para pengusaha dan pedagang dalam sensus ini semata-mata untuk kepentingan perumusan kebijakan. Oleh karena itu, ketakutan akan implikasi data terhadap beban pungutan pajak harus dikesampingkan demi mewujudkan data dasar (baseline) daerah yang jujur dan akurat.
Partisipasi aktif dan transparansi dari masyarakat akan sangat menentukan apakah arah kebijakan ekonomi Sitaro ke depan dapat dirancang dengan akurasi tinggi atau tidak.
“Mari bersama-sama kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat hari ini akan menjadi dasar pembangunan yang lebih baik di masa depan,” seru Heronimus. (**)
Editor: Ady Putong








Tidak ada Respon