Selusurnews.com – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya pada Senin, (8/6/2026), terus didata oleh pemerintah daerah. Hingga Senin malam, laporan sementara mencatat sedikitnya 415 bangunan mengalami kerusakan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Berdasarkan rekapitulasi sementara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kecamatan Kepulauan Marore menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling besar. Dari tiga kampung terdampak, tercatat 169 bangunan rusak yang terdiri atas 148 rumah warga, lima gereja, satu masjid, tiga sekolah, dua kantor kampung, serta enam fasilitas umum lainnya.
Kecamatan Tabukan Utara menjadi daerah dengan jumlah kerusakan terbesar berikutnya. Sebanyak 65 bangunan dilaporkan rusak dan tersebar di 14 kampung.
Kerusakan juga tercatat di Kecamatan Tabukan Selatan dengan 53 bangunan terdampak di delapan kampung. Sementara Kecamatan Tabukan Tengah melaporkan 51 bangunan rusak yang terdiri dari 43 rumah warga, enam gereja, satu masjid, dan satu sekolah dasar.
Di Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, sebanyak 25 bangunan mengalami kerusakan di empat kampung. Adapun Kecamatan Tabukan Selatan Tengah mencatat 15 bangunan rusak di tiga kampung.
Kecamatan Kendahe melaporkan 13 bangunan rusak yang terdiri dari 12 rumah warga dan satu sekolah dasar. Sementara Kecamatan Manganitu Selatan mencatat lima bangunan rusak di tiga kampung.
Di wilayah perkotaan, Kecamatan Tahuna melaporkan lima rumah warga rusak di satu kelurahan. Kecamatan Tahuna Barat mencatat lima rumah warga rusak yang tersebar di empat kelurahan. Adapun Kecamatan Tahuna Timur hingga kini belum melaporkan adanya kerusakan akibat gempa.
Kerusakan dengan jumlah lebih kecil juga tercatat di Kecamatan Manganitu sebanyak empat bangunan rusak di empat kampung, Kecamatan Nusa Tabukan empat rumah rusak di satu kampung, Kecamatan Tatoareng dua bangunan rusak di satu kampung, serta Kecamatan Tamako satu bangunan rusak di satu kampung.
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap dampak gempa di seluruh wilayah terdampak.
“Data yang kami sampaikan saat ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai laporan dari kecamatan dan kampung. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga, mempercepat pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa,” kata Michael.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, mengingat potensi gempa susulan masih dapat terjadi.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Seluruh jajaran pemerintah daerah terus bekerja di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga dapat tertangani dengan baik,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan jumlah kerusakan tersebut belum merupakan angka final. Sejumlah kampung masih melakukan pendataan sehingga total kerusakan diperkirakan masih dapat berubah seiring proses verifikasi yang berlangsung.
(Rensa)







Tidak ada Respon