1000215516

Tembus Medan Ekstrem Gunung Tamata, Plt Bupati Sitaro Amankan Pasokan Air di Tengah Ancaman Karhutla dan El Nino

Redaksi
Plt Bupati Heronimus Makainas meninjau lokasi sumber air bersama Iwan Makikama, warga setempat. (foto: Kominfo Sitaro)
Plt Bupati Heronimus Makainas meninjau lokasi sumber air bersama Iwan Makikama, warga setempat. (foto: Kominfo Sitaro)

Selusurnews — Ancaman fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bergerak cepat mengamankan pasokan air bersih bagi masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, turun langsung menyusuri medan terjal untuk memantau sumber mata air utama pada Kamis (27/08/2026).

Langkah antisipatif ini diambil menyusul rilis peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi terkait puncak musim kemarau bulan Agustus. Cuaca panas ekstrem saat ini berdampak langsung pada penyusutan debit air tanah di wilayah kepulauan.

Data satelit BMKG dan sistem pemantauan Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mendeteksi kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sitaro dalam sepekan terakhir. Titik-titik rawan tersebut tersebar di kawasan perbukitan dan lahan kering yang rentan memicu kebakaran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro merespons kondisi iklim ini dengan menetapkan pengawasan ketat terhadap ancaman kekeringan. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat atensi khusus mengingat angin kencang sering melanda kawasan pegunungan sehingga api mudah merambat hingga ke area sumber air.

Menghadapi situasi darurat tersebut, lokasi pertama yang menjadi sasaran peninjauan rombongan pemerintah adalah sumber mata air Gunung Tamata. Titik air baku ini terletak di kawasan Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat, pada ketinggian sekitar 1.000 kaki di atas permukaan laut.

Perjalanan menuju lokasi tersebut menuntut ketahanan fisik dari seluruh anggota rombongan. Akses masuk ditempuh melalui jalur Kampung Pangilorong di Kecamatan Siau Timur Selatan yang memiliki rute berkarakteristik landai pada etape awal pendakian.

Tantangan sesungguhnya muncul saat rombongan harus melewati jalur menanjak dengan kondisi medan sangat ekstrem. Jalur setapak ini dipenuhi bebatuan lepas dan struktur tanah kering yang menyulitkan pergerakan.

Jurang curam membentang di sisi kiri dan kanan jalur sehingga menuntut kehati-hatian tingkat tinggi. Langkah setiap anggota tim harus terukur untuk menghindari kecelakaan di area berisiko tersebut.

Sejumlah warga setempat berinisiatif mendampingi dan memandu arah bagi rombongan pemerintah daerah. Pemahaman warga lokal terhadap topografi pegunungan menjadi aset berharga dalam perjalanan ini.

Kehadiran masyarakat lokal sangat membantu tim menyusuri jalur rintisan yang sulit dilalui hingga tiba dengan selamat di titik utama sumber mata air Gunung Tamata. Kolaborasi nyata antara warga dan aparat pemerintahan terwujud di lapangan.

Pemantauan fisik di lokasi bertujuan mengukur kapasitas dan kelayakan sumber air baku tersebut. Pemerintah daerah ingin memastikan debit air tetap mencukupi untuk dialirkan kepada masyarakat di tengah hantaman cuaca terik.

“Kami ingin memastikan sumber mata air ini dalam kondisi baik dan dapat terus dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Heronimus saat memantau langsung mata air di Gunung Tamata.

Dalam ekspedisi tersebut, Plt. Bupati didampingi oleh Danposal Siau Kapten Laut Jusak Cavien Tahulending, Direktur PDAM Sitaro Arter Tamaka, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Rangkaian inspeksi tidak berhenti di kawasan pegunungan semata. Rombongan pemerintah daerah melanjutkan kegiatan dengan turun memantau sumber mata air Danau Kapeta dan instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Peninjauan di Danau Kapeta turut melibatkan Kapolres Sitaro, AKBP Ronald Andry Mauboy. Fasilitas SPAM diperiksa secara menyeluruh guna menjaga keandalan distribusi air ke permukiman warga sekaligus mencegah gangguan keamanan di area vital pemicu konflik air.

“Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kita harus memastikan sumber-sumber air tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Plt Bupati saat memeriksa instalasi di Danau Kapeta.

Menutup rangkaian kegiatan, Kapolres Sitaro menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral antara pemerintah daerah, kepolisian, PDAM, dan warga untuk menghadapi dampak kekeringan, memadamkan potensi titik api serta menjaga ketersediaan air bersih secara berkelanjutan. (**)

Editor:
Ady Putong