1000215516

MC Ungke Momo Sangihe Minta Maaf, Akui Improvisasi di Atas Panggung

Redaksi
Ferdiland Moningka saat menampaikan permintaan maaf lewat akun media sosialnya. (Foto: Ist)
Ferdiland Moningka saat menampaikan permintaan maaf lewat akun media sosialnya. (Foto: Ist)

Selusurnews.com — Ferdiland Moningka, pembawa acara Grand Final Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026, menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kesalahan yang terjadi dalam malam grand final, Jumat (21/8/2026).

Permohonan maaf itu disampaikan Ferdiland melalui akun media sosialnya pada Minggu (24/8/2026).

Ia mengakui sejumlah tindakan yang dilakukan di atas panggung merupakan improvisasi di luar rundown acara. Salah satunya ketika dia menarik tangan Momo Lucy Mandagi dan mengatakan, “Peluk dong.”

Menurut Ferdiland, tindakan tersebut tidak tercantum dalam rundown dan tidak dilakukan saat gladi resik. Dia menyebut tindakan itu sebagai spontanitas yang dipengaruhi gimmick dalam sejumlah ajang serupa di tingkat nasional dan internasional.

“Saya jujur tidak ada niat untuk mempermalukan finalis Momo Lucy,” kata Ferdiland dalam pernyataannya.

Ferdiland juga meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dinas Pariwisata, panitia, Ikatan Ungke dan Momo Sangihe, serta khususnya Momo Lucy dan keluarganya.

Selain soal tindakan di atas panggung, Ferdiland mengklarifikasi kesalahan saat membacakan nama peserta yang masuk tiga besar.

Dia menegaskan kesalahan tersebut merupakan keteledorannya sendiri. Ferdiland juga membantah adanya intervensi dari Dewan Juri maupun panitia dalam kejadian tersebut.

Menurut dia, setelah melakukan kesalahan dalam membacakan peserta, dirinya dipanggil Dewan Juri untuk melakukan klarifikasi dan meralat penyebutan sebelumnya.

“Nomor 8 atas nama Momo Lucy tidak ada tertera di kandidat tiga besar yang saya bacakan,” ujarnya.

Ferdiland kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Momo Lucy dan keluarga, Dewan Juri, panitia, serta pihak lain yang terdampak akibat kesalahan tersebut.

Dia berharap klarifikasi dan permohonan maaf itu dapat mengakhiri berbagai narasi negatif yang berkembang setelah grand final.

“Lewat pengakuan dan permohonan maaf ini, setiap narasi-narasi negatif sudah bisa dihentikan,” kata Ferdiland.

Sejumlah warganet merespons permohonan maaf tersebut dengan memberikan dukungan kepada Ferdiland.

“Tak ada gading yang tak retak. Terima kasih so klarifikasi dan berbesar hati mengakui kesalahan. Tetap semangat polo,” tulis Tuti Lahunduitan.

Niny Sikape Sahadagi juga mengingatkan bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.

“Tak ada manusia yang luput dari kesalahan. Semoga menjadi pelajaran ke depannya,” tulis Niny.

Dukungan juga datang dari Ali Makanoneng yang mengenang Ferdiland sebagai presenter yang pernah bekerja dalam kegiatan hiburan di TVRI Sulawesi Utara.

“Tetap semangat Koko sayang, presenter terbaikku,” tulis Ali.

(Editor: Lekra’s)