Selusurnews.com — Akses telekomunikasi di wilayah kepulauan kerap menjadi urat nadi yang rentan terputus. Hal ini nyaris menjadi krisis di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, ketika infrastruktur kabel fiber optic (FO) yang melayani kawasan tersebut mengalami gangguan parah.
Beruntung, ancaman blank spot atau ketiadaan sinyal berhasil diredam berkat intervensi dan respons cepat dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kelas II Manado.
Secara geografis, Sitaro merupakan daerah kepulauan yang sangat bergantung pada stabilitas infrastruktur digital dan spektrum frekuensi. Ketika jaringan kabel bawah laut mengalami gangguan, dampaknya bisa melumpuhkan roda ekonomi dan layanan publik secara masif.
Namun, mitigasi teknis yang tepat membuat denyut komunikasi di wilayah ujung utara Nusantara ini tetap beroperasi melayani warga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Indra Purukan, secara khusus menyoroti dedikasi lembaga tersebut dalam krisis konektivitas ini.
“Dalam kondisi tersebut, Balmon Manado bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan sehingga masyarakat tetap dapat menikmati layanan telekomunikasi dasar, khususnya layanan telepon dan SMS. Respons cepat ini sangat membantu masyarakat di daerah kepulauan,” ujarnya, Minggu (05/07/2026).
Tak hanya menyelamatkan layanan seluler dasar komunikasi warga, Balmon Manado juga turun tangan memastikan denyut nadi internet berbasis satelit tetap menyala. Intervensi pengawasan ini menyasar seluruh titik akses internet bantuan pemerintah pusat yang disalurkan melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) SATRIA agar bebas dari interferensi frekuensi.
Keberhasilan menjaga operasional BAKTI SATRIA ini sangat krusial bagi keberlangsungan sejumlah objek vital di Kepulauan Sitaro.
Layanan internet dipastikan tetap mengudara di berbagai fasilitas pelayanan publik, termasuk Bandara Siau yang menjadi pintu gerbang utama mobilitas udara warga, serta sarana yang menyangkut mitigasi bencana seperti Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang.
Sebagai informasi, Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Transmisi data kegempaan secara real-time dari Pos Pengamatan ke Pusat Vulkanologi adalah hal mutlak untuk sistem peringatan dini.
Terputusnya koneksi di pos ini bisa berakibat fatal bagi warga di lereng gunung, sehingga pengawalan frekuensi komunikasi oleh Balmon Manado di titik ini bernilai sangat strategis. Purukan menilai, lolosnya Sitaro dari krisis komunikasi yang lebih buruk membuktikan kokohnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga.
Sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Sitaro dan Balmon Manado menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki tantangan geografis tersendiri dalam penyediaan infrastruktur digital.
Berangkat dari rekam jejak dan dedikasi nyata di lapangan tersebut, Pemkab Sitaro mengambil sikap apresiatif yang tegas. Melalui Dinas Kominfo, pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh kepada Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado yang saat ini tengah berjuang mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Kami percaya Balmon Manado memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Semoga upaya menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dapat terwujud dan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Indra menegaskan dukungannya.
Dukungan terhadap status WBK ini bukan sekadar formalitas birokrasi di atas kertas, melainkan cerminan kepuasan publik atas kinerja riil yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. Menutup pernyataannya, Kadis Kominfo Sitaro melemparkan optimisme tinggi seraya menyerukan kalimat penegas komitmen bersama, “Balmon Manado Bisa!”. (**)
Editor: Ady Putong








Tidak ada Respon