1000215516

Besok ke Marore, Bupati Sangihe Pastikan Bantuan Darurat Tiba untuk Warga Terdampak

Redaksi
Rapat Forkopimda Pasca Bencana Gempa M7,7 di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: SNews)
Rapat Forkopimda Pasca Bencana Gempa M7,7 di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Foto: SNews)

Selusurnews.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan pengiriman bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7, khususnya di Kecamatan Kepulauan Marore yang menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah.

Pernyataan itu disampaikan Thungari saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan pascabencana gempa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa, (9/6/2026).

Menurut Michael, bantuan yang akan dikirimkan pada tahap awal difokuskan pada sembako dan kebutuhan dasar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan warga selama beberapa pekan ke depan.

“Kita ke sana dulu membawa sembako yang bisa mereka pakai selama tiga minggu ke depan. Kita utamakan dulu sembako. Pastikan lebih, jangan sampai di sana ada yang tidak terdata. Lebihkan 20 sampai 30 persen,” kata Michael.

Ia mengatakan pengadaan bahan bangunan belum menjadi prioritas karena pemerintah masih fokus pada penanganan kebutuhan darurat masyarakat terdampak.

“Bahan bangunan barangkali belum bisa kita cari sekarang,” ujarnya.

Michael mengusulkan agar tim bantuan diberangkatkan pada Rabu malam jika seluruh persiapan logistik telah selesai. Rombongan direncanakan bertolak sekitar pukul 22.00 Wita menuju Kepulauan Marore.

“Saya sarankan kalau tidak ada aral melintang kita berangkat besok. Rabu jam 10 malam supaya tiba di Kepulauan Marore,” katanya.

Ia juga meminta seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan menyiapkan kebutuhan konsumsi selama perjalanan agar tidak membebani masyarakat setempat yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Kita datang harus siapkan makanan selama perjalanan supaya tidak memberatkan mereka di sana. Pastikan dulu soal makanan ini, sembako dan dapur umum,” ujar Michael.

Dalam rapat tersebut, Bupati juga meminta pihak kejaksaan turut mengawal proses penyaluran bantuan untuk mencegah penyimpangan maupun praktik mencari keuntungan di tengah situasi bencana.

“Tolong pihak kejaksaan untuk mengawal ini. Jangan sampai jadi seperti di Sitaro. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mencari keuntungan di bencana ini,” tegasnya.

Michael juga meminta koordinasi segera dilakukan dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan. Sementara Sekretaris Daerah diminta memimpin persiapan teknis penyaluran bantuan.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kecamatan Kepulauan Marore menjadi wilayah yang paling terdampak gempa. Dari tiga kampung yang terdampak, tercatat 169 bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas 148 rumah warga, lima gereja, satu masjid, tiga sekolah, dua kantor kampung, dan enam fasilitas umum lainnya.

(Rensa)