Data Terbaru Kampung Matutuang: 25 Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa M 7,7

Redaksi
Salah satu rumah warga yang rusak di Kampung Matutuang. (Foto: Reksan Salur)
Salah satu rumah warga yang rusak di Kampung Matutuang. (Foto: Reksan Salur)
A-AA+A++

Selusurnews.com – Pemerintah Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, merilis data terbaru kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin, (8/6/2026).

Berdasarkan laporan awal yang ditandatangani Sekretaris Kampung Matutuang, Reksan Salur, sedikitnya 25 rumah warga serta sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Dalam laporan tersebut, pemerintah kampung mencatat sebanyak 9 unit rumah mengalami rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan berat juga terjadi pada Gereja GMIST Jemaat Nazaret Matutuang dan pagar beton kantor desa.

Kerusakan kategori sedang tercatat pada 4 unit rumah warga. Dua tempat ibadah, yakni Gereja GPSDI Alfa Omega dan Masjid Al-Hijrah, turut mengalami kerusakan. Selain itu, mess ASN guru, ruang guru, dan perpustakaan SMP Negeri 6 Satu Atap Matutuang juga dilaporkan terdampak.

Sementara itu, sebanyak 12 unit rumah masuk dalam kategori rusak ringan. Kerusakan ringan juga terjadi pada ruang guru SD Negeri Matutuang.

Tidak hanya bangunan, dampak gempa juga memicu longsoran batu di Lindongan I Kampung Matutuang. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kampung karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan warga yang melintas di lokasi tersebut.

Pulau Matutuang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina. Letaknya yang berada di kawasan Kepulauan Marore membuat pulau ini termasuk daerah yang merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi.

Reksan Salur mengatakan data yang dirilis saat ini masih bersifat sementara. Pendataan terus dilakukan karena gempa susulan masih terjadi hingga malam hari.

“Ini adalah laporan awal. Mengingat gempa susulan tadi sekitar pukul 19.00 WITA masih terjadi, kemungkinan jumlah kerusakan rumah warga akan bertambah,” ujar Reksan dalam laporan yang diterima dari Kampung Matutuang, Senin malam.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah daerah bersama aparat terkait masih melakukan inventarisasi dampak gempa di sejumlah kampung di Kecamatan Kepulauan Marore. Data kerusakan diperkirakan terus berkembang seiring proses pendataan lanjutan yang dilakukan di lapangan.

Rekapitulasi Kerusakan Sementara Kampung Matutuang

Rusak berat: 9 rumah, 1 gereja, 1 pagar beton kantor desa.

Rusak sedang: 4 rumah, 2 tempat ibadah, mess ASN guru, ruang guru dan perpustakaan SMP Negeri 6 Satap Matutuang.

Rusak ringan: 12 rumah dan ruang guru SD Negeri Matutuang.

Longsoran batu: Lindongan I Kampung Matutuang.

Total sementara bangunan dan fasilitas yang terdampak mencapai 31 objek, di luar potensi tambahan kerusakan yang masih dalam proses pendataan.

(Rensa)