Selusurnews.com – Pemerintah Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mencatat sedikitnya 83 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin, (8/6/2026).
Data terbaru yang dirilis pemerintah kampung menunjukkan kerusakan meliputi 77 rumah warga dan enam fasilitas umum serta fasilitas sosial. Laporan tersebut ditandatangani Sekretaris Kampung Kawio, Risto Mandiangan.
Dari total rumah warga yang terdampak, sebanyak 52 unit mengalami kerusakan berat, 17 unit rusak sedang, dan delapan unit rusak ringan. Sebagian besar rumah yang mengalami kerusakan berat dilaporkan mengalami retakan serius pada dinding, kerusakan atap, hingga gangguan pada struktur bangunan yang membuat rumah tidak lagi layak dihuni.
Selain permukiman warga, gempa juga merusak sejumlah fasilitas publik di pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina itu. Gereja GMIST Jemaat Smirna Kawio dan SD GMIST Smirna Kawio dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Adapun Pustu Kawio, Balai Penyuluhan Pertanian Marore, Ruang Tunggu Pelabuhan Kawio, serta Kantor Kapitalaung Kawio mengalami kerusakan kategori sedang.
Besarnya jumlah bangunan yang terdampak menjadikan Kampung Kawio sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling signifikan di Kecamatan Kepulauan Marore. Letak kampung yang berada di gugusan pulau terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe membuat proses pendataan dan penanganan pascabencana menjadi tantangan tersendiri.
Pemerintah kampung bersama aparat kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe masih melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menetapkan langkah penanganan darurat, penyaluran bantuan logistik, hingga penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hingga Senin malam, belum terdapat laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, warga masih memilih bertahan di lapangan terbuka dan lokasi pengungsian sementara karena gempa susulan masih terus dirasakan.
Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin pagi menjadi salah satu gempa terkuat yang dirasakan masyarakat di kawasan perbatasan Sulawesi Utara dalam beberapa tahun terakhir. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, serta sarana pelayanan publik di Pulau Kawio dan sejumlah wilayah lain di Kepulauan Marore.
Rekapitulasi Kerusakan di Kampung Kawio:
Rumah rusak berat: 52 unit
Rumah rusak sedang: 17 unit
Rumah rusak ringan: 8 unit
Total rumah warga terdampak: 77 unit
Fasilitas umum/fasilitas sosial terdampak: 6 unit
Total bangunan terdampak: 83 unit
(Rilis Pemerintah Kampung Kawio)







Tidak ada Respon