Dukung Capaian Literasi Sitaro 99,44 Persen, TP-PKK Sulut Gelar Penilaian PHBS di SMP Negeri 1 Siau Timur

Redaksi
TP-PKK Sulut dan Sitaro serta jajaran pemerintahan dalam penilaian PHBS di Kecamatan Siau Timur. (foto: Kominfo Sitaro)
TP-PKK Sulut dan Sitaro serta jajaran pemerintahan dalam penilaian PHBS di Kecamatan Siau Timur. (foto: Kominfo Sitaro)
A-AA+A++

Sitaro — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS di SMP Negeri 1 Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), pada Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan strategis ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah daerah dan provinsi dalam mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah tingkat menengah.

Fokus utama dari kegiatan penilaian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sejak usia dini.

Langkah edukasi kesehatan ini dinilai sangat sejalan dengan performa unggul sektor pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang mencatatkan Angka Melek Huruf (AMH) nyaris sempurna, yakni 99,44 persen pada tahun 2024, berdasarkan publikasi BPS Sitaro Tahun 2025.

Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sitaro, Ny Lesly J Makainas–Sasiwu SPd, yang hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut, menekankan signifikansi penerapan PHBS di area pendidikan.

Menurut Lesly, program perilaku sehat ini adalah fondasi krusial sebagai langkah nyata untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya tangguh secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

“Budaya hidup bersih harus ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ny. Lesly J. Makainas–Sasiwu, S.Pd di hadapan para siswa dan elemen sekolah.

Tingginya kesadaran akan pembentukan karakter ini juga didukung oleh ketersediaan tenaga pendidik yang memadai di Sitaro, di mana terdapat 779 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara khusus menduduki jabatan fungsional guru.

Kualitas para pengajar ini turut ditopang oleh latar belakang pendidikan yang solid, mengingat 1.282 ASN di lingkup Sitaro didominasi oleh lulusan sarjana (S1), sehingga mampu mendidik komprehensif dari sisi kognitif maupun kesehatan preventif.

Dominasi tenaga pendidik perempuan yang mencapai 587 guru berstatus ASN di Sitaro juga memberikan sentuhan pembinaan yang adaptif dan telaten dalam menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada para siswa di sekolah.

Sementara itu, Anggota Kelompok Kerja (Pokja) IV TP-PKK Provinsi Sulut, dr Arista Wowor, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro atas sinergi pendidikan dan kesehatan yang terus terbangun.

Apresiasi tersebut juga ditujukan secara khusus kepada pihak sekolah dan jajaran TP-PKK Kabupaten yang dinilai terus berkomitmen kuat dalam menerapkan pedoman PHBS di lingkungan pendidikan Sitaro.

“Sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat. Melalui PHBS, anak-anak diajarkan untuk disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar,” tegas dr Arista.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan penilaian ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi motivasi bagi seluruh institusi pendidikan di Sitaro untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolahnya.

Harapan tersebut diyakini selaras dengan upaya pemerintah dalam mempertahankan Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan, yang tentu sangat membutuhkan ekosistem sekolah yang bersih, aman, dan nyaman bagi kelancaran belajar mengajar.

Secara keseluruhan, kegiatan penilaian di SMP Negeri 1 Siau Timur ini berlangsung dengan antusiasme tinggi, melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah, jajaran pengurus TP-PKK, Pemerintah Kecamatan Siau Timur, Pemkab Sitaro serta berbagai unsur terkait lainnya. (**)

Editor: Ady Putong